Ombudsman Soroti Kawasan Di Zona Kuning

Plt Kepala Ombudsman Jateng, Sabarudin Hulu (Imboh Prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – ‎Ombudsman Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Ombudsman merupakan lembaga negara yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik baik yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan.

PLT Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Sabarudin Hulu menyampaikan, sejak 2015 hingga 2016 pihaknya menerima tidak sedikit laporan dari masyarakat mengenai keluhan terhadap pelayanan publik di Jawa Tengah.

“Paling banyak laporan yang kami terima, posisi puncak di huni pelayanan pemerintahan daerah, disusul penegak hukum, di posisi tiga ada pelayanan pertanahan. Itu di Jateng dan tingkat Nasional,” jabarnya, Jumat (10/3).

Pihaknya, menyampaikan bahwa di tahun 2015 sudah mencapai 126 laporan, sedangkan di tahun 2016 meningkat hingga 184 laporan.

“Tahun ini saja (2017), bulan Maret sudah hampir mencapai 60 laporan yang masuk ke kami (Ombudsman Jateng). Hal tersebut menandai bahwa masyarakat sudah mengetahui haknya terhadap pelayanan publik,” katanya.

Perlu komitmen bersama lanjutnya, dari kepala daerah Provinsi Jateng serta kepala daerah kabupaten/kota se Jateng guna merubah hal tersebut.

“Kami menghimbau agar semua pemegang kekuasaan didaerah Jateng agar patuh terhadap UUD No. 25 tahun 2009 mengenai standart pelayanan publik,” tuturnya.

Di tahun 2016 pihaknya sudah melakukan observasi mengenai kepatuhan pelayanan publik di seluruh wilayah Jateng.

“Untuk Provinsi Jateng yang dulunya masuk zona kuning sekarang sudah ada di zona hijau, itu menunjukkan bahwa pemerintah daerah Jateng sudah patuh terhadap UUD No. 25 tahun 2009. Untuk Semarang juga sudah masuk di zona hijau,” bebernya.

Pihaknya menambahkan masih terdapat beberapa kabupaten/kota di Jateng yang masih berada dikawasan kuning.

Dia mencontohkan Batang, Kudus, Salatiga, Banyumas, serta Temanggung merupakan wilayah tersebut.

“Di hari jadi Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah ke 17 tahun yang bertepatan harit ini kami berharap pelayanan publik di seluruh wilayah kabupaten/kota di Jateng yang ada dikawasan zona kuning dapat masuk ke kawasan zona hijau yang berarti standart pelayanan publik sudah terpenuhi,” pungkasnya kepada asatu.id dalam konferensi presnya di jalan Erlangga II No. 4 Pleburan, Semarang.

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *