Pemkot Semarang Genjot Renovasi Kota Lama

SEMARANG (asatu.id) – Rencana Pemerintah Kota Semarang untuk memperindah kawasan Kota Lama nampaknya sudah mulai akselerasinya. Beberapa infrastruktur sebagai penunjang kawasan little Nederlands, di Bulan Maret 2017 ini akan segera dibangun.

Seperti, menghidupkan gedung milik Telkom di kawasan Kota Lama menjadi Galeri UMKM dan kuliner. Produk-produk yang akan terpajang disana seperti produk batik, baju, tas, sovenir, dan lainnya dengan interior dan tata letak yang didesain eksklusif. Harapannya, pengunjung bisa merasakan aura yang berkualitas dan mengangkat produk UMKM dengan berkualitas juga.

“UMKM tersebut sudah kami lakukan sesuai standar internasional. Disana juga kami dukung pula dengan sistem e-comerce sebagai daya dukung pemasaran secara globalnya.” ungkap Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Selasa (7/3).

Sebagai pemercantik lagi, Jalan Kepodang yang dulu sebagai tempat jual beli ayam jago akan menjadi place handycarft. Beberapa renovasi akan dilakukan, yakni di bagian drainase dan pembentukan pesdestatian, selanjutnya diberi kanopi. Untuk menambah suasana, lampu penghias akan dihadirkan disana.

Selain itu, Di bulan Maret atau April akan diberlakukan larangan kendaraan bertonase berat untuk melintasi di Jalan Letjend Suprapto yang letasknya di tengah kawasan Kota Lama. “Jadi semua ini akan terintegrasi, mulai dari penataan PKL, peresmian Gedung UMKM moderen, sampai pemberlakuan larangan melintas bagi kendaraan bertonase berat di Jalan Letjend Suprapto,” imbuh Wawali Semarang yang akrab disapa Mbak Ita itu.

Gedung Out De Trap juga akan akan direnovasi, dan akan difungsikan sebagai pusat informasi pariwisata Kota Lama. Public Space juga akan dibuat di bagian belakang untuk pertunjukan seni dan budaya. “Kita akan giring tamu dari kapal-kapal crusie (pesiar) untuk kita ajak ke Kota Lama. Selama ini kan Semarang cuman singgahan saja,” ucapnya.

Terkait dengan kendala yang dihadapi, pihaknya mengaku kesulitan dalam mendata para pemilik gedung tua, belum lagi yang sudah teridentifikasi namun susah juga untuk diajak merevitalisasi.

67

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan