Pemkot Perlu Masterplan Transportasi Segera

Pakar Transportasi Djoko Setijowarno (Vedyana Ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Pakar Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, bahwa permasalahan penolakan akan hadirnya  Bus Rapid Trans (BRT) Koridor V dan VI oleh para pelaku transporatsi angkutan kota (angkot) adalah belum adanya masterplan transportasi yang dimiliki Kota Semarang.

Menurutnya, para operator transportasi lama entah itu pengusaha, maupun supirnya diharapkan merekalah pelaku transportasi di Semarang.

“Masterplan transportasi Kota Semarang kan belum punya. Kalau sudah punya kan pastinya sudah punya perencanaan mengenai transportasi Semarang ke depannya,” ungkapnya, Selasa (7/3).

Dia berharap dengan adanya masterplan itu, pemerintah bisa memberikan pembinaan-pembinaan kepada para pelaku angkot saat ini terkait dengan perwacanaan bisnis angkutan yang lebih modern.

“Kalau ini dibiarkan pastinya pengusaha angkot Semarang kalah semua dari pengusaha angkot dari luar kota, ini kan kasihan,” imbuhnya.

Menurutnya, tujuan hadirnya BRT juga harus mampu mensejahterakan para pelaku angkot. Jika hal tersebut belum dirasakan, berarti tujuan mensejahterakan pelaku angkot belum tercapai.

Terkait dengan akan diluncurkannya BRT Koridor V dan VI, pihaknya menilai, dengan melihat gejolak dari para pelaku transportasi yang menolak adanya rute baru tersebut, harus ada pertimbangan.

“Itu bisa ditunda, direvisi, atau dilelang ulang. Daripada ramai kemudian membuat masalah baru,” katanya.

Lebih lanjut dia menerangkan, munculnya BRT baru tersebut bukanlah hal untuk memunculkan permasalahan baru tetapi bagaimana pelaku transportasi ini lebih sejahtera.

“Ini perlu dipertimbangkan untuk dilalng ulang,” tukasnya.

52

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan