Scooter Tamasya, Kumpul Scooter Pangkal Seduluran

Scooter Tamasya (Arind Reza/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Jalan-jalan ke lokasi wisata untuk mengurangi kejenuhan akibat rutinitas kerja pasti sering dilakukan siapa saja. Tapi pernahkah kalian berjalan-jalan dengan scooter? Teman-teman Scooter Tamasya pernah melakukannya. Dan ternyata tak kalah seru dibandingkan menggunakan sarana transportasi lain.

“Awal 2012 pas ada teman dari Banjarnegara yang suka jalan-jalan. Tiap tahun dia main, tamasya gitu ke lokasi wisata. Jalannya pake scooter. Nah, dari situ muncul nama Scooter Tamasya, tamasya asik pake scooter,” ujar Julian, salah satu anggota komunitas saat ngobrol dengan asatu.id, Kamis (2/3).

Sampai saat ini sudah ada sekitar 20 orang yang tergabung di komunitas ini, antara lain Julian, Ginting, Kiply, Bongoh, Gilang, Edo, Angga, Itto, Dedi, Danang, Tulus, dan masih banyak lainnya.

Meski telah menyandang nama Scooter Tamasya, ternyata mereka yang tergabung di dalamnya tak merasa bahwa ini adalah sebuah perkumpulan, kelompok, atau komunitas.

“Kami hanya anak-anak muda yang hobi jalan-jalan, suka kenalan, dan suka vespa. Jadi ya belum pas sepertinya kalau disebut komunitas, mungkin lebih nyaman dibilang keluarga. Lagi pula, disini nggak ada ketua atau jabatan struktural lainnya. Semua punya hak yang sama dalam berpendapat dan mengambil keputusan,” lanjut Julian.

Walaupun sama-sama suka vespa, untuk berkumpul bersama terkadang mereka benar-benar harus mencari waktu luang lantaran kesibukan yang berbeda-beda.

“Kebetulan kami juga jarang kopdar, ya itu tadi banyak yang merantau ke Semarang, Jogja, atau luar Jawa untuk kuliah atau kerja, pulangnya pas Ramadhan atau libur semester. Yang rutin malah wisata bareng pas Lebaran selama empat tahun terakhir sama pembahasan mingguan kalo pas ada agenda dadakan,” kata Julian.

Seperti saat hari Selasa (28/2) lalu Scooter Attack mengadakan acara. Komunitas ini adalah bagian dari Scooter Tamasya yang lebih condong ke balapan vespa.

“Pengennya nggak cuma wisata tahunan atau sering main ke rumah temen vespa lain buat ngobrol atau ngoprek motor, sesekali pengen kolaborasi sama teman-teman motor klasik atau kustom. Atau berbagi bareng komunitas charity yang ada di Banjar,” harap Julian.

Dirinya mengaku, saat ini kebanyakan anggota Scooter Tamasya berasal dari Desa Tapen, Kecamatan Wanadadi.

“Harapan saya, meskipun bukan komunitas, dan nama yang melekat sekadar bukti identitas, saya dan teman-teman bisa tetap menjadi pergerakan positif yang melibatkan semua orang. Menambah teman dan saudara,” pungkasnya.

 

167

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *