Pemerintah Upayakan Tangani Kecelakaan Jalur Maut

ilustrasi (Imboh Prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Selain dikenal angker, turunan Silayur kondisinya memang memiliki jalur turunan cukup panjang. Di tambah kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) menjadi kawasan industri, sehingga banyak kendaraan berat melintasi jalur tersebut.

Entah sudah tak terhitung lagi kendaraan berat menjadi korban di turunan angker tersebut. Menanggapi hal tersebut pemerintah Kota Semarang terus berupaya untuk mengatasinya.

“Kedepan kami merencanakan membangun jalur penyelamat di turunan Silayur,” jelas Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang Tri Wibowo, Jumat (3/3).

Dia melanjutkan, untuk teknis nantinya Dinas Pekerjaan Umum lah yang akan mengeksekusi. Namun untuk masalah waktu pihaknya belum dapat menentukan, dikarenakan harus mencari lahan mana yang tepat.

“Sebelah kiri banyak jurang juga. Sudah ada pembicaraan terkait hal itu,” kata Tri Wibowo.

Sejauh ini, tambah dia, pihaknya mengaku telah melakukan antisipasi dengan memasang rambu-rambu lalu-lintas. Pihaknya mencontohkan, sudah dipasang lampu ‘kedap-kedip’ tanda ‘hati-hati’ serta papan imbauan.

Meski telah ada rambu-rambu terpasang, namun kejadian kecelakaan masih saja terjadi. “Maka, adanya jalur penyelamat memang sangat dibutuhkan mengingat jalur tersebut sering dijuluki ‘jalur maut’ karena rawan terjadi kecelakaan,” katanya.

Pihaknya mengaku juga akan membuatkan kelengkapan pita penggaduh di jalan turunan tersebut. Pita penggaduh tersebut berfungsi sebagai tanda kejut bagi pengendara yang melintas.

“Misalnya dalam kondisi ngantuk, setelah melintasi pita penggaduh tersebut, pengemudi bisa lebih meningkatkan konsentrasinya,” terangnya.

Dia berpendapat, dalam kondisi jalan turunan, memengaruhi laju dorong kendaraan bermotor semakin kuat. Terlebih kendaraan yang bermuatan berat akan sangat sulit dikendalikan.

“Makanya, pembangunan jalur penyelamat ini menjadi upaya agar tidak terjadi lagi insiden serupa,” imbuhnya.

Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum (PU) Iswar Aminudin mengaku telah menerima usulan serta pengajuan mengenai pembangunan jalur penyelamat di turunan Silayur Jalan Prof. Hamka Ngaliyan itu.

“Jalur penyelamat akan kami buat. Sudah ada pengajuan dari Dinas Perhubungan Kota Semarang untuk dibuat jalur penyelamat. Tapi untuk menuju ke arah sana masih diperlukan kajian secara mendalam,” jelasnya.

Dia menegaskan, untuk melakukan pembangunan jalur penyelamat diperlukan penghitungan secara matang.

“Semua akan kami kaji, mulai riset kejadian yang pernah terjadi, misalnya berapa kecepatan saat terjadi rem blong di lokasi tersebut. Termasuk kebutuhan panjang turunan di jalur itu, baru kemudian dibuat DED (Detail Engineering Design), mungkin 2018 baru bisa dimulai,” tutupnya.

 

 

129

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan