Detonasi “Semarang Grindcore Festival” 2017

Salah satu band grindcore yang meramaikan perhelatan Detonasi di GKJT (Joy Tevin/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Geliat komunitas musik keras khususnya di Semarang, sejak beberapa dekade terakhir hingga saat ini semakin membuncah, tak terkecuali dari skena musik hardcore/punk dan metal yang ikut melahirkan beberapa unit band yang fokus dalam jalur musik grindcore.

Dari berbagai pergerakan yang selama ini dilakukan baik oleh band maupun komunitas, di tahun 2017 ini, beberapa kolektif sepakat untuk menghadirkan agenda musik ‘penggerinda’ lewat helatan bertajuk Detonasi.

Kesit Agung selaku penggagas Detonasi menjelaskan bahwa, Detonasi adalah sebuah helatan dengan konsep festival yang khusus diperuntukan bagi band-band yang memainkan sub genre tersebut.

Detonasi “Semarang Grindcore Festival 2017” sejatinya memang sebuah perayaan tentang grindcore. Acara yang menghadirkan unit penggerinda dari berbagai daerah ini sukses dihelat di Gedung Kesenian Jawa Tengah (GKJT) akhir Februari lalu.

Sebelumnya, melalui forum di media sosial, panitia “Detonasi” secara resmi mengumumkan nama-nama yang akan tampil dalam helatan tersebut di antaranya adalah Wicked Flesh (Jakarta), Noise On The Beach (Denpasar), Badak Militia (Jember), Sign Of Doom (Solo), Warthole (Solo), Depresi Mayor (Solo), Sisi Rapuh (Salatiga), Papergrown (Bawen), Dumb Ass (Bawen), Wroth (Bawen), Corrupshit (Kudus), Kopyor (Godong), Unrated System (Mranggen) dan Jemsysyndrome (Bandung).

“Selain penampil dari luar kota, “Detonasi” juga dimeriahkan oleh band lokal-lokal yakni Brain Vomit, Damage Project, Helliday, Luka, Provokata, Sergapan Malam, dan Yagim Grind,” imbuhnya, Jumat (3/3).

Hujan deras yang mengguyur hampir sepanjang durasi acara tidak menyurutkan berbagai apresiator untuk tetap datang. Sayangnya, karena terkendala kesibukan personil, beberapa band-band dari luar kota seperti Wicked Flesh, Noise on the Beach dan Badak Militia tidak bisa hadir di acara.

Pihaknya menuturkan, acara ini sekaligus juga merespon Gedung Kesenian Jawa Tengah yang lama absen dipergunakan untuk berbagai kegiatan karena konflik masalah akses jalan dengan pihak PRPP.

“Kami terpicu menyelenggarakan acara ini selain karena belum pernah ada sebuah festival musik yang mempunyai fokus pada subgenre grindcore di Semarang, juga bertujuan memprovokasi para pelaku musik lain untuk ikut mengapresiasi sub genre grindcore dengan harapan jumlah band yang muncul di jalur musik tersebut kian ramai,” katanya.

Pihaknya berharap, kedepannya, Detonasi: Semarang Grindcore Festival akan diadakan secara rutin berkala tiap satu tahun sekali. Sebelum acara utama diselenggarakan, panitia juga terlebih dahulu melakukan ‘pemanasan’ sembari menggalang donasi untuk acara Detonasi melalui benefit gigs, Panic Sirens.

Acara tersebut telah diselenggarakan pada Sabtu 11 Februari 2017 di 99 Music Studio Sampangan. Panic Sirens menampilkan beberapa band di luar nama-nama yang tercantum dalam acara Detonasi dan juga sub genre tersebut seperti Oi! G-Squad, Mater Dei, Disgorge, War, Octopuz, Geram Thrash, dan Lilin Semasa Hujan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *