Mahasiswa Harus Waspadai Investasi Bodong

Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Semarang Fanny Rifqi El Fuad (Imboh Prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Maraknya mahasiswa yang terjerumus kedalam lembah sesat investasi bodong, mendorong PT Bursa Efek Indonesia (BEI) turun tangan memberikan edukasi melalui Sekolah Pasar Modal.

Sekolah Pasar Modal dapat diakses secara gratis bagi mahasiswa yang tertarik terjun menjadi seorang investor di Pasar Saham. Sekolah Pasar Modal sendiri tersebar di seluruh wilayah Indonesia salah satunya di Galeri Investasi Politeknik Negeri Semarang (Polines).

“Ini langkah kami mengantisipasi mahasiswa terhindar dari investasi bodong. Dengan meningkatnya pengetahuan, mahasiswa diharapkan mampu membedakan saham yang layak untuk dibeli dan tidak layak untuk dibeli,” terang Fanny Rifqi El Fuad Kepala Kantor Perwakilan Semarang Bursa Efek Indonesia, kemarin.

Pihaknya membeberkan ciri-ciri investasi bodong serta investasi legal kepada asatu.id, setidaknya ada tiga ciri-ciri sebuah investasi dikatakan sebagai investasi bodong. Pertama menjanjikan return secara pasti, kedua tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Ketiga memberikan keuntungan fantastis yang tidak masuk diakal, biasanya memberikan refrensi melalui praktik money game serta mencari nasabah kemudian harus mencari nasabah downline seperti MLM,” katanya.

 

 

110

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan