Dinas Perdagangan Kembali Segel Kios Pedagang Nekat

(Vedyana Ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Dinas Perdagangan Kota Semarang kembali melakukan penyegelan kios dan los mangkrak di Pasar Tradisional Semarang. Pasar Jatingaleh, Pasar Banyumanik, dan Pasar Damar menjadi target lokasi penyegelan.  Dalam penyegelan di 3 pasar tersebut sebanyak 84 kios dan 56 los ditempeli stiker ‘Disegel’ oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang.

“Hari ini kita lakukan penyegelan tahap ketiga di Pasar Jatingaleh, Pasar Banyumanik, Pasar Damar. Kami beri waktu kepada pedagang untuk mengurus kiosnya sampai tanggal 9 Maret 2017,” ucap Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, Rabu (1/3).

Fajar menambahkan, bahwa bagi pedagang yang ingin mengaktifkan kembali kios lapak miliknya, harus membayar retribusi yang selama ini tidak dibayarkan, setelah itu segel akan dilepas dan pedagang boleh menempati kembali kios tersebut.

“Kalau tidak nanti kami berikan ke pedagang yang mau benar-benar berdagang di pasar tersebut,” tambahnya.

Untuk masalah pasar yang sepi, ia melanjutkan, bahwa hal tersebut merupakan kelakuan dari pedagang itu sendiri, yang membiarkan tidak beroperasinya kios dan los yang sudah disediakan pemerintah.

“Jadi kalau pasar sepi itu karena ulah pedagangnya yang nggak mau masuk dan berdagang. Kalau semisal dia mau berdagang, pasti pembeli akan masuk pasar,” imbuhnya.

Dirinya memberi gambaran, jika di suatu pasar ada 60 pedagang, dan setiap pedagang mempunyai 5 pelanggan, pastinya di pasar akan masuk 300 orang pembeli.

“Logikanya kan sperti itu. Jadi sebetulnya tidak ada pasar yang sepi,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *