Revitalisasi Pasar Harus Melibatkan Pedagang

(ilustrasi/ggl)

SEMARANG (asatu.id)  –  Beberapa pasar tradisional di zona Kota Semarang akan di revitalisasi tahun ini. Pasar Klitikan, Pasar Johar, Pasar Simongan, Pasar Srondol Kulon, serta Pasar Waru merupakan pasar yang akan dipoles menjadi lebih cantik.

“Untuk dapat bersaing dengan  pasar modern dibutuhkan revitalisasi. Masalah laku tidak laku ditentukan adanya komitmen bersama,” jelas Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, belum lama ini.

Dia mencontohkan, salah satu komitmen yang dimaksud adalah semua pedagang dapat masuk kedalam pasar serta membuka lapaknya dengan baik maka para pembeli akan masuk berdatangan.

“Jika pedagang yang masuk pasar hanya sebagian, yang lainnya masih diluar maka pembeli akan memilih tempat yang mudah dijangkau serta paling nyaman dan juga masih adanya ketakutan pedagang saat dilakukan revitalisasi. Contohnya setelah revitalisasi usaha akan sepi. Itulah yang menjadi tantangan untuk kami, kami akan diskusikan masalah itu,” imbuhnya.

Pihaknya melanjutkan, dalam merevitalisasi pasar harus sesuai aturan serta merangkul para pedagang agar sesuai dengan kesepakatan bersama.

“Hal tersebut akan dikembangkan pemkot dalam proses revitalisasi pasar agar manfaat pembangunan bukan hanya membuat kota lebih cantik namun juga dapat dirasakan para pedagang. Karena para pedagang lah yang akan menempati pasar,” pungkasnya.

Hendi sapaanya menambahkan, anggaran yang akan digunakan untuk merevitalisasi Pasar Klitikan sebesar Rp 18,8 miliar, Pasar Srondol Kulon Rp 12 miliar, pembuatan lapak sementara Pasar Johar Rp 19,350 miliar, Pasar Waru Rp 18,5 miliar, dan untuk Pasar Simongan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp  6 miliar.

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *