Hampir Semua Pasar Terdapat Kios Kosong

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto (Imboh Prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Penyegelan kios pasar merupakan langkah tegas Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perdagangan untuk memberi efek jera bagi pedagang ‘nakal’ yang mencampakkan kiosnya sehingga tak berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli.

Dinas Perdagangan Kota Semarang melalui Kepala Dinasnya Fajar Purwoto menerangkan bahwa hampir keseluruhan pasar tradisonal di Kota Semarang terdapat kios yang kosong tak berpenghuni.

“Dari 48 pasar yang berada dinaungan kami terdapat 300 – 350 kios kosong. Hampir di setiap pasar dipastikan ada kios yang tak berpenghuni,” terangnya, Selasa (28/2).

Dia menambahkan, sebelum sidak dilakukan pihaknya selalu menyampaikan imbauan melalui kepala pasar agar menyampaikan ke pemilik kios kosong untuk dapat mengaktifkan kios yang dimilikinya.

“Kami sudah memberikan peringatan. Nggak mau isi, tarik dan langsung jadi milik Dinas Perdagangan. Oper aja ke pedagang lain, masih banyak kok yang mau ngisi,” pungkasnya.

Dia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan sidak agar pasar di Kota Semarang dapat difungsikan sebagaimana fungsinya. Dengan harapan pasar di Kota Semarang ramai pembeli serta dapat bersaing dengan pasar – pasar modern saat ini.

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *