Hendi Haramkan Apapun Bentuk Pungutan untuk UNBK

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Vedyana Ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – ‎Terkait akan diselenggarakannya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017 yang akan dilakukan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Semarang, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilarang melakukan pungutan apapun kepada orang tua siswa.

Hal tersebut ditegaskan karena sebelumnya ada laporan dugaan sekolah yang memungut iuran kepada para wali murid kelas IX yang akan menghadapi ujian nasional.

Wali kota menjelaskan bahwa penyediaan komputer untuk pelaksanaan ujian nasional harus segera dilakukan, terutama bagi sekolah-sekolah yang sudah ada pada pola anggaran tahun 2017.

“Persiapan pelaksanaan UNBK SMP di Kota Semarang sudah disampaikan ke semua sekolah oleh Dinas Pendidikan,” tambah pria yang akrab disapa Hendi ini, Selasa (28/2).

Lebih lanjut, Hendi mengatakan, yang perlu dilaksanakan adalah memotivasi siswa agar siap menghadapi UNBK dan sukses dalam UNBK.

Sementara itu, sebagai informasi tambahan pada pelaksanaan UNBK Mei mendatang, sedikitnya diikuti 105 sekolah negeri dan swasta yang akan melaksanakan UNBK secara mandiri, 74 sekolah menginduk ke sekolah lain dan 54 sekolah lain masih menggunakan sistem Ujian Nasional Paper Based Test (UNPBT)/berbasis kertas.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *