Pemahaman Seksualitas Itu Penting

(Vedyana Ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Pendidikan dan pemahaman seksualitas bukanlah hal yang tabu lagi. Hal tersebut memang selayaknya harus diberikan kepada remaja agar lebih mengetahui dan memahami ranah seksualitasnya.

Menurut Ketua Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR) Jateng Lilik Andriawan, dengan pendidikan dan pemahaman seksualitas yang baik diharapkan para remaja tidak terjerumus di dalam dunia seks bebas yang berdampak negatif bagi remaja itu sendiri.

Hal itu pula yang disampaikan Lilik saat memberikan materi di seminar tentang seks education bertema Bahaya Seks Bebas Pada Remaja yang diinisiasi Karang Taruna Kelurahan Kaligawe dan KKN Upgris di Kelurahan Kaligawe, Semarang, Minggu (26/2).

Menurutnya, sejauh ini remaja lebih banyak diberikan materi-materi yang berkaitan dengan seksualitas. Padahal, pemahaman lebih tentang seksualitas dinilai juga sangat penting.

“Pemahaman seksualitas itu sangat penting, karena itu berkaitan dengan organ intim reproduksi remaja. Apabila hal tersebut tidak diberikan dan diarahkan  ini akan bisa berdampak buruk bagi remaja itu sendiri,” tambahnya.

Dia menjelaskan, pemberian pendidikan dan pendidikan dan pemahaman seksualitas lebih baik sudah mulai diberikan saat usia dini, lalu disaat remaja, anak tersebut mampu memberikan pemahaman kepada dirinya sendiri.

“Nantinya, jika suatu saat ada permasalahan yang terkait seksualitas, ia mampu menyelesaikannya secara tepat,” ujarnya.

Lebih lanjut, peran orang tua menurutnya juga sangat penting untuk memberikan pemahaman tersebut. Karena, lingkup yang paling berperan dalam terbentuknya karakter anak adalah lingkungan keluarga.

“Jadi kebanyakan remaja terjebak dalam seks bebas itu juga ada kaitanyya dengan tekanan dari orang tua. Lingkungan juga mempengaruhi,” imbuhnya.

Mengenai persoalan seks bebas di Semarang sendiri, Lilik mengatakan masih cukup tinggi. Untuk itu dia berharap program PIKR yang ini mampu hadir di tingkat daerah.

“Harapannya program dari Bandan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) ini bisa menjadi inisiasi kegiatan yang akan menjadi gerakan bersama di masyarakat untuk mewujudkan generasi berkualitas,” ucapnya.

Sementara itu, Achmad Taufik, Ketua Karang Taruna Kelurahan Kaligawe mengatakan, bahwa acara tersebut dimaksudkan agar remaja Kaligawe khususnya mampu paham dan mengerti akan bahaya seks bebas.

“Jadi acara ini tujuannya biar teman-teman dan adik-adik kawasan sini bisa tahu tentang seksualitas. Sehingga tidak terjerumus ke dalam seks bebas. Biar masa depannya lebih cerah lagi,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *