Pengembang Property Diharap Tidak Kuasai Lahan Duren

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membuka Festival Durian di Kawasan Waduk Jatibarang (Vedyana Ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan akan terus mendorong dan memfasilitasi petani durian untuk mengembangkan dan membudidayakan kualitas lokal si raja buah tersebut.

Salah satunya dengan cara perlombaan durian terbaik di dalam kegiatan Festival Durian yang terlaksana 24-26 Februari 2017 di Kawasan Waduk Jatibarang.

“Lomba durian ini untuk menyemangati para petani durian untuk terus mempertahankan kualitas duriannya, sehingga ini menjadi tradisi yang menarik dan harus diteruskan. Ini salah satu komitmen kami untuk mengembangkan potensi durian di Kota Semarang supaya menasional dan international,” ujar pria yang akrab disapa Hendi saat pembukaan Festival Durian, Sabtu (25/2).

Hendi mengaku khawatir jika pemerintah kota tidak ikut serta dalam menjaga dan membudidayakan buah durian, para petani akan tergiur tawaran-tawaran dari para pengembang property yang ingin membeli lahan mereka dan membangun perumahan di daerah resapan tersebut.

“Kalo tidak kita upayakan untuk dilestarikan maka saya kuatir lahan pertanian durian ini menjadi perumahan dan peruntukan untuk industri lainnya. Meskipun tata ruang kita sudah jelas bahwa wilayah atas adalah daerah konservasi,” terangnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut, Semarang mempunyai daerah penghasil durian yang dari dulu sampai sekarang mempunyai kualitas yang istimewa, yakni Gunung Pati dan Mijen. Jika dua kawasan tersebut berubah menjadi kawasan perumahan, pihaknya mengaku akan ada persoalan banjir di kawasan Semarang bawah.

“Sering kali penawaran kontraktor perumahan ini sangat menarik sehingga menggoda  para pemilik lahan terutama di wilayah pertanian. Kalau petani goyah, maka persoalan banjir di kawasan bawah juga akan menjadi permasalahn serius,” ujarnya.

Sementara itu, Kadinas Pertanian Kota Semarang WP Rusdiana mengatakan, akan mensertifikasi buah durian yang berkualitas. Dengan begitu, pihaknya berencana memperbanyak durian yang telah disertifikasi tersebut untuk bisa ditanam di lokasi tersebut.

“Kendala petani durian adalah semuanya belum bisa memperbanyak budidaya durian secara mandiri. Jadi disini pemerintah membantu untuk budidaya juga, karena caranya khusus,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *