Dinas Perdagangan Segel Puluhan Kios ‘Nakal’

Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto menyegel salah satu kios di Pasar Bulu (imboh prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Sejumlah 21 kios di Pasar Bulu Semarang disegel Dinas Perdagangan Kota Semarang, hal tersebut dilakukan lantaran pemilik kios bersikap ‘nakal’ tidak menggunakan fasilitas dengan semestinya.

“Ada 21 kios, yang 6 sudah difungsikan. Kami tadi menempelkan pemberitahuan kepada 15 kios, kios-kios tersebut otomatis jadi milik kami,” terang Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto di sela-sela kegiatannya, Rabu (22/2).

Pihaknya menuturkan bahwa kios yang disegel tidak ditempati dari awal, pemilik kios hanya ingin memiliki saja namun tidak digunakan untuk ativitas perdagangan.

“Sangat disayangkan, kami berusaha untuk memberikan fasilitas terbaik namun hal tersebut malah tidak dimaksimalkan,” katanya.

Dia menyampaikan, hal tersebut menimbulkan kesan kepada masyarakat bahwa pasar Bulu Semarang terlihat sepi.

“Tidak aktif selama 1 bulan otomatis kios jadi milik dinas perdagangan,” tegasnya.

Dia menambahkan, bagi pemilik kios ‘nakal’ yang menginginkan tempat dagangannya kembali, pedagang harus mengaktifkan kiosnya serta melalukan aktivitas perdagangan selama satu bulan.

Sebagai penghapus dosa bagi para pemilik kios ‘nakal’ tersebut, Dinas Perdagangan Kota Semarang memberikan kesempatan dengan cara membayar retribusi sejak pertama kali mereka menempati kiosnya.

“Kita masih menelusuri siapa pemilik kios-kios tersebut. Pasar itu milik dinas, pedagang jangan seenaknya sendiri. Kami berharap para pedagang dapat bekerja sama guna meramaikan Pasar Bulu Semarang,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *