Dewan : DED Pasar Johar Diharapkan Bisa Direvisi

(doc/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – ‎Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengatakan bahwa aksi penolakan para pedagang Pasar Johar terkait rencana pembangunan pasar 6 lantai itu merupakan kesalahan perencanaan di awal.

Pihaknya mengaku sering mengimbau dinas terkait agar merangkul pedagang untuk memberi masukan dalam pembuatan DED.

“Penting sekali mengakomodir kemauan pedagang dalam pembangunan pasar sejak tahap perencanaan. Pemerintah juga diharapkan tidak serta merta langsung menyetujui DED yang diusulkan oleh rekanan,” ucapnya, Selasa (22/2).

Dirinya menerangkan dalam pembangunan pasar tentu harus mempertimbangkan sisi budaya, efesiensi, ekonomi pedagang, dan lainnya. Terkait pembangunan yang lebih 3 lantai, pihaknya khawatir akan masuknya spekulan-spekulan yang mengaku pedagang.

“Semisal jumlahnya pedagang, maka jumlah tersebut harus dikunci dan jadi acuan. Pedagang yang didata juga harus benar-benar pedagang resmi atau tercatat dalam register,” tambahnya.

Mengenai detail engineering design (DED) Pasar Johar, politisi PDIP itu mendukung jika DED pembangunan Pasar Johar direvisi.

Sementara dilain pihak, Sekretaris Dinas Penataan Ruang Kota Semarang yang ditugasi menyusun DED, Irwansyah menjelaskan pihaknya juga sudah melibatkan pedagang dan para pakar dalam penyusunan DED tersebut.

Bahkan, sampai penempatan kembali pedagang ke dalam Pasar Johar juga akan terus melibatkan pedagang dan pihak-pihak terkait.

“Jumlah pedagang yang diusulkan Dinas Perdagangan ada 8 ribu. Jumlah sebanyak itu karena lahan terbatas maka konsekuensinya pembangunan pasar ditingkat. Dari 6 lantai sebenarnya rencana untuk pasar hanya 5 lantai. Sebab lantai paling atas rencananya untuk pujasera,” terangnya.

Selain itu, pihaknya menjelaskan bahwa maksud ditingkatnya Pasar Johar Baru adalah dalam rangka menghadirkan kembali alun-alun untuk mengagungkan Masjid Agung Kauman. “Alun-alun dari beberapa masukan diputuskan dikembalikan 100%,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *