PSK SK Diharap Mentas Setelah Diberi Keterampilan

(Vedyana Ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – ‎Dinas Sosial Kota Semarang akan rutin menggelar pelatihan bagi pekerja sex komersial (PSK) yang ada di Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning yang bertempat di Balai Kelurahan Kalibanteng Kulon, Semarang.

Rencana beberapa program pelatihan seperti  keterampilan busana, tata boga dan pembinaan kerohanian akan diberikan guna memberikan keterampilan bagi PSK sehingga nantinya mampu mentas dari dunia prostitusi.

“Selama lima hari, mulai Senin (20/2) hingga Jumat (25/2) kami gelar pelatihan keterampilan bagi penghuni resosialisasi Argorejo ‘Sunan Kuning’. Untuk hari ini, mereka kami bekali keterampilan tata boga yakni membuat makanan dari bahan dasar kedelai,” ujar Sekretaris Dinas Sosial Kota Semarang, Joko Rakito, Senin (20/2).

Lanjut Joko, pelatihan dilakukan secara bertahap dan dilakukan selama lima hari berturut-turut dengan membagi setiap kelompok latihan terdiri dari 30 orang, dan dengan materi yang berbeda pula.

Saat ini, lanjut Joko, 30 orang tersebut diberikan pelatihan sampai mereka benar-benar bisa. Kemudian setelah lima hari pelatihan, maka akan dilanjutkan ke kelompok lain yang lama waktunya juga 5 hari pelatihan.

Tak hanya itu, Joko menerangkan, Dinsos juga  mempunyai program lain seperti pelatihan membuat prakarya, wirausaha, salon, hingga memproduksi makanan. Harapannya setelah mereka mahir, mereka bisa “mentas”dari lokalisasi sehingga mereka bisa hidup lebih baik dan diterima masyarakat dengan baik pula.

Walau begitu, pihaknya mengakui bahwa untuk memasarkan produk hasil karya para PSK tersebut masih dirasa sulit. Hal tersebut dikarenakan belum adanya pemfasilitasian yang bisa diajak bekerjasama dengan Dinsos.

“Saat ini kami masih mencoba untuk mencari formula supaya keahlian mereka yang sudah didapatkan tidak sia-sia. Kami tetap akan berusaha bagaimana untuk memasarkan produk hasil mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Lentera Asa Semarang Ari Kristiyadi mengaku sangat mendukung program pemerintah yang dilaksanakan Dinsos Semarang dalam upaya untuk mengentaskan para pekerja sex dari dalam lokalisasi.

“Kami sebagai LSM pendamping tentunya sangat senang karena upaya pemerintah untuk membersihkan prostitusi juga diimbangi dengan adanya pelatihan, tidak asal menutup dan tidak asal menggusur,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *