Kampung Anggrek Diharap Jadi Jujugan Warga

(Vedyana Ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Digelarnya Festival Anggrek yang pertama kali di Kampung Anggrek Perumahan Griya Mijen Permai Kelurahan Mijen, Minggu (19/2) menjadi tolak ukur keberhasilan kampung tematik di wilayah tersebut. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku bangga dengan digelarnya acara festival tersebut.

“Tadi saya tanya warga, awalnya budi daya anggrek ini dari hobi. Mudah-mudahan ini mampu menjadi bisnis yang bisa meningkatkan dapur rumah tangga ibu-ibu disini,” katanya usai membuka Festival Anggrek.

Harapannya dengan diadakannya festival ini, Kampung Anggrek mampu terdengar gaungnya hingga ke luar Semarang. “Agar kalau orang saat mencari anggrek mereka tinggal datang kesini,” ucapnya.

Selain itu, untuk menjadikan kampung anggrek terkenal, pria yang akrab disapa Hendi ini mengatakan perlu adanya komitmen semua pihak. ““Butuh komitmen luar biasa dari warga dan stakeholder supaya ini tidak sekedar seremoni saja tapi dikembangkan terus menjadi aktivitas pada masyarakat,” ungkapnya.

Rencananya, Pemkot Semarang akan menambah kembali sejumlah 80 titik kampung tematik dengan minimal lima titik kampung tematik di tiap kecamatan tahun 2017 ini. “Saya nanti juga akan meminta agar camat membuat struktur organisasi yang jelas antar lurah dan warga tentang kampung tematik ini,” ujarnya.

Sementara itu Lurah Mijen Bambang Sugiarso mengatakan warga didaerahnya sudah bisa mengembangkan potensi anggrek ini menjadi potensi ekonomi warga. “Dan tentunya kami juga kedepan mengembangkan potensi wisata di Kampung Anggrek ini,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *