2018 Pedagang Pasar Waru Terbebas Banjir

Kondisi Pasar Waru terkena banjir kala terjadi hujan deras (Vedyana Ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – ‎Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto mengatakan, tergenangnya Pasar Waru adalah masalah klasik yaitu akibat luapan Banjir Kanal Timur. Dia juga prihatin dengan keadaan para pedagang.

“Inikan kalau kita lihat sangat memprihatinkan. Karena mereka berjualannya juga di lapak sementara,” ujarnya saat mengunjungi Pasar Waru, Selasa, (14/2).

Dia mengungkapkan, pembangunan Pasar Waru baru masih dalam proses lelang, diharapkan di bulan April 2017 pemenang lelang sudah ada. Setelah pemenang lelang sudah ada, insyaallah Mei mulai proses pembangunan fisiknya.

Pasar Waru Baru akan dibangun di lahan seluas 2500 meter persegi dengan anggaran Rp 18 miliar. Diharapkan semua pedagang yang terdiri 58 kios dan 511 pancaan bisa ditampung.

“Kalo BKT sudah dinormalisasi dan Pasar Waru Mei dibangun, Januari 2018 dan seterusnya insya Allah pedagang sudah tidak kebanjiran lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Sukarti, salah satu pedagang tahu dan tempe mengungkapkan, bahwa dirinya dan para pedagang lainnya saling berjibaku menyelamatkan barang dagangnnya masing-masing.

“Jam 7 malam saya sudah disini bersama dengan (pedagang) yang lainnya buat menyelamatkan barang dagangan,” ujarnya.

Dia menerangkan bahwa akibat banjirnya lapak sementara pedagang Pasar Waru membuat omzetnya turun drastis. “Omzet turun sekitar 60 persen. Ini juga memengaruhi datangnya pembeli kesini. Jadi pedagang jualannya dipertigaan jalan masuk pasar sana,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *