Jangan Lakukan Ini Jika Tidak Ingin Dapat Sanksi

SEMARANG (asatu.id) – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Semarang masih terus membahas Raperda Ketertiban Umum. Raperda ini bertujuan menindak tindakan yang dianggap kurang etis dilakukan di tempat umum, seperti cora-coret tembok, kencing sembarangan di jalan, bahkan membakar sampah.

“Saat ini pembahasan raperda sudah dilakukan 5 kali. Dua kali lagi pembahasan akan dilakukan public hearing untuk mendapat masukan masyarakat. Ditargetkan bulan Maret pembentukan raperda ini sudah selesai,” ujar Anggota Pansus Raperda Ketertiban Umum DPRD Kota Semarang Johan Rifai, Selasa, (14/2).

Dia menambahkan, bahwa raperda ketertiban umum ini bisa disebut Raperda Sapu Jagad, pihaknya menjelaskan, bahwa artinya adalah aturan-aturan yang seharusnya masuk dalam perda yang sudah ada tapi belum dibahas, akan dimasukan dalam raperda ini.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, ada 10 cakupan yang akan diatur dalam Raperda Ketertiban Umum ini. Antara lain seperti aturan ketertiban di jalan, angkutan umum, jalur hijau, taman, lepas pantai, lingkungan, tempat usaha, tempat hiburan, peran serta masyarakat dan lainnya.

Dia mencontohkan pelanggaran ketertiban umum yang lain antara. Lain, melepas hewan pemeliharaan tanpa pengawasan, dan ketertiban di taman misalnya dilarang melakukan fandalisme.

“Untuk sanksinya, akan diberikan secara bertahap, yaitu lisan atau teguran, tertulis, dan pemaksaan, hanya untuk memberi efek jera bagi pelanggar. Tapi, saat ini dalam pembahasan sedang dikaji kemungkinan ada sanksi pidananya juga”, tambahnya.

Sementara untuk pengawasan akan diserahkan kepada Satpol PP selaku penegak Perda.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *