Pluralisme di Panggung Lor Bisa Dibuat Contoh

SEMARANG (asatu.id) – ‎Keberagaman etnis di RW VI Kelurahan Panggung Lor bisa menjadi contoh positif bagi seluruh masyarakat Kota Semarang. Dengan pluralisme yang harmonis tersebut diharapkan mampu membuat semarang lebih maju lagi.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Joko Santosa di sela peresmian Balai RT 01 di RW VI Panggung Lor, baru-baru ini.

“Ada etnis Jawa dan China, muslim dan non muslim namun semuanya bersatu, bisa hidup rukun kompak,” ucapnya.

Kerukunan, masih lanjutnya, sudah mampu menjadi modal penting untuk terus bersama-sama mewujudkan kebhinekaan serta kekondusifitasan.

Menurutnya salah satu wujud hasil dari keberhasilan kerukunan yaitu, kawasan Panggung dan sekitarnya sudah tidak terdampak rob. Itu tak lepas dari peran warga yang secara swadaya membuat P5L untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Waktu peresmian ini pas waktunya, sengaja digelar bersamaan dengan perayaan Cap Go Meh sekaligus menunjukkan adanya tolerasi antar etnis dan persatuan antar warga setempat,” ujarnya.

Ketua Panitia Suwantoro menambahkan balai pertemuan ini swadaya dari di dua RT yakni RT 01 dan RT 02 di RW VI. “Balai pertemuan dapat juga dimanfaatkan untuk kegiatan PKK atau pemberdayaan ekonomi lainnya”, tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *