Dinas Perdagangan Desak PT PGK Eksekusi Pasar Kanjengan

SEMARNAG (asatu.id) ‎- Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto akan ambil tindakan terkait dengan PT Pagar Gunung Kencana (PGK) yang tidak mau menindaklanjuti putusan pengadilan atas perkara nomor 169 Tahun 2012, bahwa PT PGK harus mengeksekusi bangunan Pasar Kanjengan blok C dan D.
“Jika PGK tidak melaksanakan eksekusi sesuai waktu yang ditentukan, maka kami akan kenakan denda keterlambatan bongkar Rp 5 juta per hari,” tegasnya, Kamis (9/2).
Fajar mengatakan, bahwa PGK mengaku sulit melakukan pembongkaran karena pedagang yang enggan pindah. Dan sekarang PGK lalu beralasan tidak memiliki biaya bongkar malah menyerahkan sepenuhnya pembongkaran kepada Pemerintah Kota Semarang.
“Waktu dekat ini PGK akan kami panggil dan kami minta membayar denda keterlambatan bongkar terhitung sejak keluarnya putusan eksekusi dari pengadilan,” jelasnya.
Pihaknya menerangkan, tempat relokasi tidak akan disediakan mengingat selama ini pedagang menggunakan sistem sewa dengan pihak PGK. “Sesuai putusan, kami justru salah kalau menyediakan lahan relokasi untuk pedagang,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *