Dewan Desak Hartono Bongkar Beton Saluran

SEMARANG (asatu.id) – DPRD Kota Semarang mendesak pemilik bangunan di Jalan Imam Bonjol 203 untuk membongkar beton yang menutup saluran air. Hartono sebagai pemilik bangunan dinilai melanggar peraturan tentang sistem drainase kota.

Komisi C yang membidangi infrastruktur, Jumat (3/2), menggelar rapat audiensi pemanggilan terkait adanya penutupan saluran air di lokasi tersebut. Dalam pertemuan tersebut turut hadir pemilik bangunan, Hartono serta pihak terkait lainnya.

“Rekomendasi Komisi C kepada dinas terkait agar bisa mengembalikan fungsi saluran. Lalu menghentikan kegiatan pembangunan selama belum ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB), karena pemilik hanya memiliki Keterangan Rencana Kota (KRK),” ucap Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Kadarlusman saat memimpin rapat.

Politisi yang biasa disapa Pilus tersebut menambahkan, pemilik bangunan pun menyadari bahwa penutupan saluran air tersebut adalah tindakan yang dilarang keras. Pemilik juga melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2014 tentang rencana induk sistem drainase Kota Semarang yang menyebabkan tidak berfungsinya sistem drainase tersebut.

Kuasa Hukum warga kelurahan Pendrikan, Radja Supi Yanto menegaskan bahwa pihaknya atas nama warga meminta saluran air tersebut dikembalikan seperti fungsinya. “Kami tegaskan, bahwa warga menginginkan saluran itu difungsikan sediakala dan bangunan yang diatas saluran tersebut harus di bongkar,” tegasnya.

Dia menginginkan agar pemilik bangunan mampu guyub dengan warga sekitar. “Kami hanya menyampaikan sekiranya pemilik bangunan ingin berada disitu seharusnya ada permisi atau “kulonuwun” yang isi dan intinya agar bisa hidup berdampingan, sehingga suasananya pun adem,” tukasnya.

Sementara itu, Hartono, Pemilik bangunan dalam audiensi tersebut mengatakan ketidaktahuannya terkait larangan penutupan saluran tersebut.

 

59

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan