Walikota Semarang Sampaikan Program Pembangunan Ke Kementerian PU

SEMARANG (asatu.id) – Pemerintah Kota Semarang mendapat kunjungan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tepatnya Direktur JendPerumahan Pemukiman Rina Farida. Dalam kedatangannya tersebut, untuk memastikan pelaksanaan program pembangunan Pasar Tradisional Tambaklorok. Pertemuan yang bisa dibilang singkat itu, selain membicarakan Pembangunan Pasar Tambaklorok, juga membicarakan kepastian pembangunan rumah tidak layak huni dan Ruang Terbuka Hijau di Semarang di tahun 2017 ini. Dalam pertemuan tersebut, Rina Farida di temani anggota Komisi 5 Dewan Perwakilan Daerah (DPR), Sujadi.

“Hari ini kami kedatangan Ibu Direktur Perumahan Pemukiman, Bu Rina. Hal yang paling utama adalah bu direktur ingin memastikan program dia yang di Tambaklorok yakni pembangunan Pasar Tradisional Tambaklorok, lalu pembangunan rumah tidak layak huni dan peningkatan ruang terbuka hijau itu bisa dilaksanakan tahun ini atau tidak”,ujar Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, di Balaikota, Kamis, (2/2).

Hendi, sapaan akrabnya, mengatakan, bahwa saat ini pihak Kementerian PU sudah mempunyai anggaran multiyears senilai 50 miliar. Adapun untuk tahun ini sendiri, ada 20 miliar yang sudah siap. “Kami tadi sampaikan kepada beliau bahwa pembebasan lahannya sudah seminggu yang lalu, karena anggarannya sudah ada, jadi ibu bisa memastikan untuk proses lelang pasar tradisionalnya”, ujarnya.

Selain itu, Walikota juga menyampaikan banyak hal kepada rombongan. Pihaknya menginginkan beberapa program Pemkot yang saat bisa mendapat dukungan dari pihak komisi 5. “Karena mumpung ketemu ada komisi lima dan bu direktur kita menyampaikan yang banyak lainnya untuk bisa dikawal temen-temen dari komisi 5. Mulai dari kali beringin. Lalu berikutnya tentang debit air minum dari Jatibarang, rusunawa, percepatan Banjir Kanal Timur (BKT), dan pengembangan Kota Lama”, terangnya.

Direktur Perumahan Pemukiman Kementerian PU, Rina Farida mengatakan tahun 2017 sudah memetakan master plan untuk Tambaklorok yang akan dibangun Pasar Ikan. Hal tersebut dikarenakan komoditi yang terlihat disana dan perlu diberikan tempat untuk bisa berkembang. “yang jelas pasar akan menampung nelayan yang ada biasa disitu. karena prioritasnya memang nelayan di kawasan itu dulu. Untuk tahun ini anggarannya sekitar 20 miliar”, tuturnya.

Anggota Komisi 5 Sujadi mengatakan pertemuan tersebut adalah hal temu kangen. Dalam pertemuan tersebut pihaknya juga akan berusaha memperjuangkan usulan-usalan yang telah disampaikan Walikota. “insyaallah saya perjuangkan nanti di 2018. Kalo itu berhasil, saya tidak minta dipilih orang semarang karena disini bukan dapil saya, semoga perjuangan saya diterima Tuhan Yang Maha Esa”, sambil candanya yang disusul tawa para hadirin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *