Benk : Banting Harga Tidak Cukup, Sekarang Harus Berfikir Beda

SEMARANG (asatu.id) – Okupansi atau tingkat hunian kamar merupakan salah satu kendala bagi suatu hotel. Persaingan antar hotel untuk mendatangkan tamu menginap dilakukan dengan berbagai cara.

Bambang Mintosih, General Manager Star Hotel Semarang saat di temui di Cattleya Room, Rabu (1/2) siang, menerangkan okupansi Januari masih sama dengan tahun lalu, tidak ada peningkatan. Rata-rata hotel di Semarang mempunyai tingkat okupansi sama, hanya ada satu dua hotel saja yang mampu menduduki peringkat atas.

“Semarang masih sepi belum ada event, itu salah satu faktor sepinya kamar,” katanya.

Benk, akrabnya menambahkan, pengelola hotel harus berfikir beda untuk menangani masalah tersebut agar tetap bertahan ditengah-tengah persaingan yang sedang salip-menyalip.

“Kami tidak memberikan teori, tapi langsung praktik. Kami bermain dengan food and beverage serta mengadakan event seperti lomba dansa, makan siang dibarengi acara fashion, party in skypool bagi anak muda, golden memoris with Nawaka band sambil belajar tari cha cha dan salsa, berenang dimalam hari free barbekyu dan masih banyak lainnya,” jelasnya.

Pihaknya menyampaikan bahwa di Star hotel sedang melakukan pembenahan, seperti meningkatkan kualitas SDM agar efisien ditambah melakukan banyak penghematan.

“Yang terpenting sekarang berfikir kreatif, kreatif saja tidak cukup tapi harus berani beda. Jangan sekedar banting harga, kalau seperti itu semua bisa,” katanya.

Benk menuturkan, tidak menyesali hal yang terjadi namun pihaknya akan terus mendukung pemerintah.

“Harapan kami supaya pemerintah dapat menambah serta mempercepat destinasi wisata dan pembangun convention ballroom di Kota Semarang,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *