Pembinaan Fisik Dalam Diksar Harus Terukur

SEMARANG (asatu.id) – Banyaknya isu mengenai kekerasan dalam Unit Kegitan Mahasiswa (UKM) belakangan ini membuat masyarakat resah.

“UKM Menwa di Jateng saya rasa tidak ada kontak langsung secara fisik, pembinaan secara fisik memang ada namun semua terukur,” jelas Indriyanto Komandan Menwa Mahadipa Jateng.

Ditemui di Gedung Pertemuan Prof. Ir. R. Soenardi UNDIP Pleburan saat sertijab pengurus baru, Selasa (31/1), Indriyanto menambahkan, pihaknya terus mangawasi kegiatan yang dilakukan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Terkadang yang meninggal waktu pendidikan dasar (Diksar) bukan karena kekerasan, tapi ada juga yang sedang sakit terus memaksakan diri ikut,” katanya.

Pihaknya menyampaikan bahwa waktu pelaksanaan Diksar bagi mahasiswa yang sakit tidak diperkenankan mengikuti kegiatan dan di wajibkan untuk beristirahat.

“Alhamdulillah di Jawa Tengah tidak ada kejadian mahasiswa meninggal waktu diksar,” tutupnya.

120

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. Anis berkata:

    slmt siang, mohon infonya nicn, putra saya kan akan mengikuti diklatsar menwa th 2017, tetapi hasil cek kesehatanny aitu jelek :
    1. Asma ( sering kambuh klo kecapekan dan mimisan )
    2. Alergi pagi ( selalu pilek )
    3. ritme jantung g stabil / jelek dan hrs segera di echo di RS.
    dengan kodisi tersebut diatas, apa msh hrs mengikuti diklatsar ??? Apa ada perlakuan khusus mengingat kondisi tubuh tdk terlalu sehat ???
    Sebelum dan sesudahnya, saya ucapkan terima kasih.

  2. IMBOH PRASETYO berkata:

    jika tidak memungkinkan lebih baik istirahat dulu pak, tapi tetap kordinasi dengan pihak terkait

Tinggalkan Balasan