Sego Wangi Pemersatu Pecinta Gowes

SEMARANG (asatu.id) – Hidup sehat tidak harus mahal, itulah slogan komunitas pecinta sepeda se-Kota Semarang. Komunitas yang lebih dikenal dengan nama Bike to Work Semarang ini sudah eksis dari tahun 2008 dan masih aktif sampai sekarang.

Pasalnya setiap Jumat malam Bike to Work Semarang menyelenggarakan acara bersepeda (gowes) bersama bertajuk Sego Wangi (Semarang Gowes Jemuah Bengi) yang kali ini diadakan di Tembalang. Menurut Nana Podungge selaku ketua komunitas, acara tersebut sudah rutin diadakan sejak tahun 2014 silam.

“Ini tahun yang ketiga diadakannya acara Sego Wangi, tapi kali ini kami ambil rute yang tidak biasa yaitu di daerah Semarang selatan,” jelasnya saat ditemui asatu.id, Jumat (27/1). Nana menambahkan, rute gowes kali ini cukup menantang, mengingat kontur jalanan di daerah Tembalang-Banyumanik naik turun seperti bukit. Pasalnya acara tersebut biasa diadakan di jalanan pusat kota Semarang.

Pihaknya menyayangkan jumlah peserta kali ini tidak cukup banyak, hanya sekitar 20 orang. “Biasanya yang ikut itu rame, sekitar 40 sampai 50 orang. Tapi setiap periode terus berkurang,” katanya.

Menurutnya, cukup sulit untuk mengajak orang-orang kembali bersepeda dikarenakan faktor bosan dan melelahkan. “Kalau ditanya alesannya kenapa tidak ikut lagi biasanya pada jawab capek, takut hitam, bosan. Padahal menurut saya ini alternatif menyenangkan untuk hidup sehat,” ujarnya.

Wanita yang gemar sekali bersepeda ini berbagi pengalaman baru yang didapat saat mukai aktif bersepeda. “Saya jadi tahu tempat-tempat baru di Semarang, wawasan saya jadi luas. Ternyata banyak tempat menarik di Semarang yang patut disambangi apalagi naik sepeda, pasti akan jauh lebih seru dan menantang”, tukasnya.(HP)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *