Galeri UMKM Pemkot Semarang Segera Di Release

SEMARANG (asatu.id) – Galeri UMKM Pemerintah Kota Semarang segera merampungkan Galeri UMKM dan IMKM moderen. Spot yang berada di Jalan Letjen Suprapto masih dalam proses finishing untuk terlihat lebih sempurna lantaran menempati gedung milik Telkom yang awalnya berfungsi sebagai gudang.

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan Konsep galeri tersebut ialah  ‘galeri minimalis’. “Kita gak mau kayak jualan di pasar. Jadi bener-bener eksklusif. Sehingga org datang itu ngerasa tidak seperti pasar tapi seperti di tempat galeri barang-barang UMKM eksklusif. Produknya seperti tempat produk batik, baju, tas, sovenir, dan lainnya “, ujarnya, saat mengunjungi Galeri UMKM di Gedung Telkom, Kawasan Kota Lama, Semarang, Kamis, (26/1).

Mengadopsi sistem online dan e-comerce, para UMKM yang masuk di galeri gedung ini adalah mereka yang telah terseleksi ketat dengan produk yang patut ditonjolkan dan dipamerkan. Galeri UMKM ini dibagi menjadi dua yakni UMKM Kuliner dan Handycraft. “Kami dukung pula dengan sistem e-comerce sehingga pemasaran bisa menjangkau nasional dan internasional, tentunya UMKM tersebut sudah kami lakukan sesuai standar internasional,” katanya.

Ita, sapaan akrabnya, mengatakan pihaknya menginginkan barang-barang yang dipamerkan dalam galeri tersebut merupakan barang pilihan dan bukan barang yang asal-asalan. “Kita ingin barang-barang UMKM bener-bener barang yang elegan dan patut dipamerkan dan ditonjolkan  sehingga bisa menjadi pilihan bagi wisatawan maupun pembeli yang berkunjung”, ungkapnya.

Selain itu, di sebelah kanan gedung tepatnya di Jalan Kepodang yang dulu sebagai tempat jual beli ayam jago akan difungsikan sebagai pusat handycarft. Sebelumnya akan ditata drainase dan pesdestatian, selanjutnya diberi kanopi dan lampu agar lebih terlihat hidup.

“Jalan Kepodang akan steril dulu dari lalu lintas kendaraan, lalu kita buat kanopi dan lampu penerangan yang akan dipakai sebagai pusat handycraft,” tuturnya.

Dirinya menambahkan bahwa  pembangunan Galeri UMKM ini merupakan proyek yang terintegrasi dengan Kota Lama. “Rencananya kami akan buat pendestrian disini. Nanti Jl Leyjen Suprapto akan ditutup, pengalihan arusnya adalah dari Spigel ke kiri masuk Sendowo keluarnya ke Berok. Kemudian arah Merak keluarnya ke arah Cendrawsih. Tengah ini nantinya sentral untuk pendestrian. Penerapan mungkin sekitar maret”, tukasnya.(HP)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *