Pasar Imlek Semawis Resmi Dibuka

SEMARANG (asatu.id) – Acara Pasar Imlek Semawis Semarang dibuka secara langsung oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Selasa malam, (24/1) dengan menabuh kencreng, sejenis alat musik tradisional Tiongkok menyerupai simbal. Acara yang merupakan even tahunan untuk menyambut Tahun Baru Imlek tahun ini kembali digelar di kawasan Pecinan, Semarang, Jawa Tengah.

Hadir juga pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, dan jajaran tokoh dan sesepuh warga Tionghoa Semarang.

Penampilan tarian Genjring Rahayu dari siswi SMA Karangturi, Semarang, yang membawakan pesan penggambaran optimisme para kalangan muda sebagai pertunjukan untuk mengawali acara.

Wali kota yang akrab disapa Hendi itu mengaku terkesan dengan tradisi “tuk panjang” yang sudah dua kali digelar mengawali Pasar Imlek Semawis, sebab menggambarkan keberagaman masyarakat. “Inti dari tradisi ‘tuk panjang’ itu kurang lebih adalah kebersamaan dalam keberagaman sehingga perlu dirawat dengan saling menghormati dan menghargai satu sama lain,” ujarnya.

Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) Haryanto Halim menjelaskan, kali ini pihaknya mengangkat tema “Pasar Obar-Abir”. “Tema ini punya arti, warna-warni kebhinnekaan dalam satu kesatuan yang wajib didukung semua pihak”, ucapnya.

Untuk hidangan ‘tuk panjang’ mengacu tema yang beraneka ragam, seperti lunpia cap go meh, sup shangha, brokoli jamur tungku, hingga jajan pasar.

Senada dengan itu, Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, keberagaman budaya tercermin dalam perayaan Imlek. Menurutnya, ini harus terus dipelihara dan dirawat. “Kalau semuanya satu macem kan kurang rame,” tukasnya.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *