Menikmati Kuliner Babi Sembari Dikawal Polisi

(istimewa/FB.Firdaus)

Semarang (asatu.id) – Belasan anggota polisi bersenjata lengkap dari Polrestabes Semarang mengamankan perhelatan Festival Kuliner Imlek yang diadakan Komunitas BrotherFood Semarang di Sri Ratu Jalan Pemuda.

Pengamanan tersebut dilakukan menyusul adanya satu kelompok organisasi masyarakat yang berkeberatan dengan penyelenggaraan acara tersebut lantaran tidak sejalan dengan ajaran agama yang dianut mayoritas warga Semarang.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian yang diberikan pihak kepolisian, mulai dari perizinan, sampai saat ini kita di berikan pengamanan ala Paspampers,” kata Firdaus Adinegoro selaku ketua panitia festival, Selasa (24/1).

Semula penyelenggaraan Festival Kuliner Imlek tersebut sempat geger di awal kemunculan, judul acara Pork Festival 2017 dianggap membuat ‘gerah’ dan meminta diganti atau dibatalkan sama sekali.

“Maksud kami pakai judul acara tersebut tujuannya agar masyarakat tidak merasa terjebak. Tapi kami dapat masukan dari FUIS untuk tidak menggunakan nama Pork Festival 2017, sehingga untuk kebaikan bersama akhirnya kami kembali gunakan nama Festival Kuliner Imlek,” jelas Firdaus.

Dirinya menjelaskan, meskipun berganti nama namun konsep yang digunakan masih tetap sama. Konsep yang di gunakan yaitu membagi area kawasan festival menjadi dua bagian, area khusus babi dan makanan non babi.

“Kita pisahkan area khusus babi dan non babi, selain itu kita kasih tanda yang jelas juga,” tegasnya.

Dari pantauan dilapangan hingga Selasa malam, terlihat ribuan pengunjung memadati area parkir Pasarraya Sri Ratu Semarang. Diketahui, pengunjung memadati area festival pada waktu jam makan siang dan makan malam.

“Semua harus senang. Mari bergandengan tangan memajukan kota Semarang dengan beragam perbedaan. Festival makan yang penting senang dan kenyang,” tambahnya. (Imboh Prasetyo)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *