Pemkot akan Percepat Lahan Relokasi BKT

SEMARANG (asatu.id) – Pemerintah Kota Semarang diminta melakukan percepatan terkait dengan lahan-lahan yang akan digunakan untuk relokasi masyarakat yang ada di sepanjang bantaran BKT. Hal tersebut diungkapkan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi.

”Normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur progresnnya berjalan terus. Rekomendasi dari pusat lelang akan dilaksanakan bulan Agustus. Sehingga kami diminta untuk melakukan percepatan terutama lahan untuk relokasi,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (24/1).

Menurutnya lahan yang akan dilakukan percepatan relokasi seperti pasar klitikan, lokasi yang ada di luar pasar tersebut. “Pemerintah kota juga diminta menyiapkan rumah susun atau rusun supaya upaya untuk memindahkan pedagang maupun bangunan ruman di bantaran BKT bisa tuntas sebelum Agustus”, ujarnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya akan melakukan inventarisir terhadap rusun yang ada di semarang. ”Semua rusun akan diinventarisir berapa  yang kosong, akan ditotal jumlahnya berapa kemudian itu yang akan digunakan penempatan”, katanya.

Untuk rusun di Meteseh, Tembalang, tambahnya, sampai sekarang belum bisa dilakukan pembangunan. “Karena baru pengurukan lokasi tapi terus dilakukan percepatan supaya bisa digunakan untuk menampung warga di bantaran BKT”, ucapnya.

Sementara terkait pembebasan lahan sepanjang BKT sendiri, pemerintah kota juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang ada di bantaran. “Pada dasarnya masyarakat meminta agar ditempatkan di lokasi yang layak, dan kita tetap upayakan itu”, tukasnya

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *