Jaga Kelestarian Sawah, Jadi Komitmen Pemkot Jaga Konservasi

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Vedyana Ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Pemerintah Kota Semarang akan terus berkomitmen untuk menjaga wilayah-wilayah yang nantinya menjadi wilayah konservasi atau wilayah resapan air. Hal tersebut disampaikan Walukota Semarang Hendrar Prihadi di Balaikota, Selasa,(24/1).

“Kalo kita lihat topografi Semarang ini kan unik, ada lautnya, dataran tinggi dan rendahnya. Kalo dari atas sampai bawah ini tidak kita jaga terutama untuk daerah resapan airnya, ini bahaya. Bahayanya, bawah akan selalu kemasukan air yg melimpah”, ujarnya.

Untuk menjaga wilayah-wilayah yang menjadi wilayah konservasi atau wilayah resapan air, lanjut pria yang akrab disapa Hendi ini, salah satunya ialah tetap melestarikan yang namanya sawah, perkebunan, di kota Semarang. “Sehingga kalo orang bilang kita metropolitan, itu iya. Tapi kita masih punya sawah, karena kita berupaya untuk melestarikan dan mempertahankannya. Ini komitmen kita pada Perda tata ruang yang sudah disahkan tahun 2010”, ucapnya.

Menurutnya, jika pemerintah tidak berkomitmen tinggi dalam menjaga dan mempertahankan daerah resapan air, maka Semarang bawah akan terus banjir. “Kalo kita jebol maksudnya tidak bisa mempertahankannya daerah resapan air, wah … daerah bawah ini akan terus kebanjiran, tidak hanya limpahan air dari atas tapi juga dari rob”, tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *