Pekerja Asing Harus Bisa Bahasa Indonesia

Kepala Disnakertrans Jateng Wika Bintang (Imboh Prasetyo/asatu.id)

Kepala Disnakertrans Jateng Wika Bintang (Imboh Prasetyo/asatu.id)

Semarang (asatu.id) – 2300 perusahaan di Jateng masih datangkan tenaga kerja asing, hal tersebut lantas mengakibatkan persaingan dunia kerja makin ketat.

“Selama tahun 2016 tercatat 2007 pekerja asing masuk ke Jateng. Cina pemasok terbanyak, yaitu 586 orang,” tutur Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Wika Bintang, Jumat (20/1).

Investor asing merupakan salah satu faktor datangnya TKA di Jateng, pasalnya para tenaga kerja asing tak akan masuk, jikalau mereka tidak punya sponsor (penjamin).

“Jateng sudah melindungi tenaga kerja Indonesia. Pada waktu perpanjang Izin Memperkejakan Tenaga Asing (IMTA), mereka harus bisa bahasa Indonesia,” tegasnya.

Wika Bintang, menambahkan, mereka harus bisa komunikasi pakai bahasa Indonesia, di tunjukkan dengan sertifikat kompetensi level semenjana bernilai 70. Dengan kebijakan tersebut diharapkan ada transfer knowledge dan tidak timbul gesekan hubungan industrial.

“Ternyata mereka mau. Selama sosialisai di tahun 2016 sudah ada 389 pekerja asing yang bersertifikat. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan mampu membuat tenaga asing bangga bisa ngomong bahasa Indonesia,” pungkasnya. (Imboh Prasetyo)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *