Dongkrak Penjualan Pelapak, Bukalapak Adakan Workshop

IMG_3548Semarang (asatu.id) – Untuk  mendongkrak angka penjualan, Komunitas Bukalapak Semarang menggelar workshop yang diadakan di Kantor Pos Jalan Sisingamangaraja No.45. Puluhan pelapak dengan antusias mengikuti workshop tersebut.

Komunitas yang berdiri sejak 2 tahun lalu tersebut mewadahi para pelapak untuk dapat saling berdiskusi, bertukar pikiran, berbagi pengalaman, serta belajar mengenai tips dan trik mendongkrak penjualan di Bukalapak.

“Acara ini di selenggarakan 2 hari. Hari pertama kita khususkan bagi pelapak yang belum punya akun sejumlah 80 pelapak. Hari kedua khusus bagi anggota Komunitas Bukalapak sejumlah 60 pelapak,” jelas Ainul Hakim selaku humas acara, Sabtu (21/1).

Hakim mengatakan, bagi anggota Komunitas Bukalapak Semarang yang belum bisa mengikuti workshop, bisa bergabung untuk mengikuti kopdar rutin bulanan. “Kopdar kita lakukan sebulan sekali di tempat pelapak-pelapak yang bergabung dengan komunitas.”

Sejumlah 200 pelapak sudah gabung dengan komunitas Bukalapak Semarang, terdiri atas beberapa anggota yang bedomisili di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Demak.

“Jangan takut untuk bergabung dengan kami, kami terbuka untuk umum. Masih bingung nggak masalah, Disini akan dibantu, yang penting mau belajar,” imbuhnya.

Bagi pelapak yang aktif berjulan di Bukalapak cukup mengisi pendaftaran di situs https://bukl.pk/KomunitasBLSemarang kemudian pelapak secara otomatis sudah dapat bergabung dengan Komunitas Bukalapak Semarang.

“Kita mempertimbangkan pelapak yang aktif, untuk pemula atau yang belum punya akun bisa mengikuti pelatihan di UMKM Center di Banyumanik Semarang setiap hari kamis di minggu kedua dan ke empat setiap bulannya,” pungkasnya.

Andrey salah satu peserta menyampaikan, jarang ada acara bagus seperti Belajar Ngelapak Bersama Komunitas Bukalapak, “namun  disayangkan, masyarakat kurang mengapresiasi acara ini, mungkin kurang informasi atau mungkin tidak mengerti,” tungkasnya. (Imboh Prasetyo)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *