HMI UIN Walisongo Desak Jokowi Mundur

Para mahasiswa menggelar aksi teaterikal di depan kantor gubernuran

Para mahasiswa menggelar aksi teaterikal di depan kantor gubernuran

SEMARANG (asatu.id) – Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam komisariatan HMI UIN Walisongo Semarang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah. Mahasiswa menolak kebijakan yang baru ditetapkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo, kebijakan yang ditetapkan dianggap merugikan masyarakat.

Mahasiswa yang tergabung dalam Komisariatan (Sariah, tarbiah, dan dakwah) HMI UIN Walisongo Semarang menyerukan tuntutan untuk pemerintah segera mencabut kebijakan yang sudah ditetapkan. Mahasiswa menghimbau agar Jokowi mundur sebagai presiden jika kebijakan yang sudah ditetapkan tidak segera di cabut. Kenaikan harga BBM, kenaikan tarif listrik, dan kenaikan tarif pajak surat kendaraan bermotor merupakan kebijakan yang dianggap mahasiswa merugikan masyarakat.
Kordinator aksi Muhammad Nor Faiq Zainul Muttaqin menuturkan, aksi dimulai dari pukul 09.00 WIB, berkumpul di Patung Diponegoro yang disusul dengan aksi long march menuju kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah.
“Kami berharap dapat bertemu perwakilan pemerintah atau DPRD guna beraudiensi dan aspirasi kami dapat ditampung, kami ingin aspirasi kami tidak hanya ditampung semata namun segera di realisasikan,” Selasa (10/1).
Sampai aksi selesai, diketahui tidak ada pihak perwakilan dari pemerintah atau pun pihak anggota DPRD yang menemui mahasiswa. Puluhan aktivis mahasiswa yang menolak kebijakan pemerintah Jokowi kemudian membubarkan diri, aksi unjuk rasa yang di lakukan di depan gedung Gubernur Provinsi Jawa Tengah sempat terjadi ketegangan dengan aparat kepolisian namun tidak berlangsung lama.
Komisariatan mahasiswa HMI UIN Walisongo berencana akan mengadakan aksi kembali, sampai tuntutan yang mereka sampaikan dapat ditampung oleh pemerintah atau DPRD. Namun pihak mahasiswa masih menunggu rapat konsolidasi terlebih dahulu. (IP)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *