Dewan Sayangkan Kebijakan Kepala Dinas Perdagangan

20170107_213752SEMARANG (asatu.id) – Kebijakan Kepala Dinas Pasar menyoal pedagang ikan basah Pasar Rejomulyo dinilai tidak konsisten oleh Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi. Dia sangat berharap agar permasalahan di Pasar Rejomulyo segera terselesaikan agar pedagang dan pembeli bisa sesegera mungkin menikmati pasar yang aman, nyaman, tertib, dan rapi.

“Kalau kita melihat persoalan Pasar Rejomulyo, saya kira tergantung kebijakan Dinas Perdagangan yang mungkin sebelumnya ada kebijakan untuk menempati tempat yang disediakan. Tapi dalam perjalanannya, dua hari saja kebijakan Dinas Perdagangan tersebut sudah berubah. Tentu ini sangat kami sayangkan,” kata Supriyadi, Senin (9/1).

Dirinya berharap dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru harapannya Dinas Perdagangan bisa lebih baik dalam penataan pasar tradisional dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini jadi persoalan berlarut-larut dan tidak terselesaikan.

“Saya berharap segera saja ditata secara tegas, karena para pedagang tentu juga mengharapkan bisa nyaman dan ada kepastian berjualan di pasar,” ucapnya.

Dia mengatakan, apabila lahan Pasar Rejomulyo untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) maka harus dibangun sesuai peruntukkannya.

“Kalau lahan itu memang untuk RTH maka disesuaikan dengan peruntukannya. Apabila mendadak darurat benar-benar tidak bisa tertangani silahkan, tapi harus koordinasi dengan dinas lain. Atau Walikota bisa mengkoordinir dinas lain untuk diajak berembuk bersama terkait solusi bila pedagang menghendaki tetap membangunnya di lahan RTH tersebut,” tambahnya.

Terkait rencana pedagang yang akan membangun secara swadaya di tempat pasar yang baru, Politisi PDI Perjuangan ini mengaku hal tersebut bukanlah kebijakan yang arif.

“Terkait membangun secara swadaya. Ya jangan sampai pedagang itu terbebani lagi, walaupun mungkin secara finansial mereka mampu secara gotong royong,” tukasnya. (VA)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *