GMPK Masih Bertahan Diluar Gubernuran

img20170109145119SEMARANG (asatu.id) – Aliansi Gerakan Mahasiswa Pembela Kendeng (GMPK) masih terus bertahan menyerukan tuntutannya di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Mereka bersama dengan para pendemo lainnya kukuh menyuarakan penolakan terhadap pabrik semen.

Tuntutan yang disuarakan masih sama, yaitu meminta Gubernur Jateng melaksanakan putusan MA, mencabut izin lingkungan kegiatan penambangan PT. Semen Indonesia, menepati janji tentang tidak adanya pabrik semen bila masyarakat menang di jalur hukum, menghentikan pembangunan pabrik semen, dan menghentikan propaganda yang ada.

Nico ketua aksi demo GMPK menjelaskan, saat ini seluruh perwakilan dari setiap universitas di Semarang dan beberapa dari luar Semarang sudah bergabung.

“Ini kedua kalinya aksi yang kami lakukan di depan gubernuran, walau sempat ada audiensi dengan gubernur saat aksi pertama dan bapak gubernur meminta waktu hingga 17 Januari guna menentukan sikap, kami akan terus mengggelar aksi ini sampai tanggal 17 nanti,” katanya.

Hal tersebut dilakukan menurut Nico agar supaya kalau bisa sebelum tanggal 17 Januari Ganjar sudah menentukan sikapnya dan juga bila memang 17 Januari nanti menentukan sikap, mereka berharap Ganjar tetap konsisten terhadap perkataannya.

“Ya memang daerah Kendeng mempunyai potensi tambang semen, namun disana juga terdapat potensi pertanian dimana menjadi penunjang kehidupan masyarakat sekitar,” katanya. (RP)

41

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan