Wacana Relokasi Sunan Kuning Harus Perlahan dan Perlu Kehati-Hatian

_3047514272SEMARANG (asatu.id) – Polemik relokasi Resosialisasi Argorejo atau lokalisasi Sunan Kuning berlanjut di tahun ini. Sejumlah petinggi kota semarang mulai merespon wacana yang sejak setahun lalu sempat meredup.

Sekertaris Dinas Sosial Kota Semarang, Joko Rakito mengatakan, bahwa wacana yang sudah bergulir hampir setahun lalu tersebut mendapat perhatian dari pemerintah.

Dirinya mengaku telah mendengar wacana tersebut, namun memang belum mengetahui bagaimana teknis pembahasannya secara formal. Joko berpendapat bahwa kajian tentang wacana tersebut harus dituntaskan terlebih dahulu dengan komprehensif dan tidak gegabah.

“Karena ini menyangkut kehidupan orang banyak, bukan barang atau yang lainnya seenaknya di pindah atau di tindak begitu saja.  Maka dari itu semua pihak harus berhati-hati mengambil langkah,” ujarnya.

Pemerintah juga di himbau untuk memperbanyak melakukan pendekatan-pendekatan persuasif agar nantinya tidak muncul gejolak-gejolak yang tidak diinginkan selama proses berlangsung.

Karena hal tersebut dirasakan Joko bisa efektif untuk meredam situasi seandainya memang wacana ini nantinya jadi digulirkan lebih serius.

Joko menyatakan sebelum adanya wacana tersebut, selama ini dinas sosial telah menjalankan program-program pengentasan untuk para anak asuh yang bekerjasama dengan Ketua Resosialisasi Sunan Kuning, Suwandi, sebagai upaya untuk menjalankan program pemerintah khususnya program Indonesia bersih prostitusi 2019 yang dicanangkan oleh Menteri Sosial saat ini, Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu silam.

Joko menerangkan bahwa selama ini program-program yang dilaksanakan dan dikembangkan oleh dinas sosial terkait lokalisasi Sunan Kuning adalah dalam rangka memberikan ketrampilan agar siap kerja, sosialisasi screening kesehatan dan motivasi.

Hal tersebut diharapkan mampu membangkitkan kesadaran para anak asuh agar mempunya motivasi untuk keluar dari kubangan prostitusi dan memilih kehidupan yang lebih baik.

“Jadi kita bicara bagaimana agar anak asuh yang disana itu bisa tetap hidup, memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan disalurkan dengan baik. Sehingga tugas kita sebagai pemerintah terlaksanakan sebagaimana mestinya”. Pungkasnya.(Reza Permadi/AC)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *