Walikota: Daerah Pinggiran Semarang Prioritas Pembangunan

20161222_121550

Walikota Semarang bersama dinas terkait meninjau ruas Jalan Banaran Raya, Gunungpati (Vedyana Ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Pembangunan infrastruktur di kawasan – kawasan pinggiran Semarang akan tetap diperhatikan. Hal tersebut seperti yang dikatakan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Rabu (28/12).

Untuk daerah pinggiran, pihaknya akan fokus salah satunya pada jalur menuju Universitas Negeri Semarang (Unnes) di kawasan Gunungpati.

Menurutnya, sampai saat ini akses jalan menuju salah satu kampus perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Semarang itu sudah mulai tertata dengan baik dan akan terus dibenahi.

Menurutnya setiap tahun arus kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil yang melintasi jalur menuju Gunungpati ini semakin tinggi dan padat, termasuk para mahasiswa.

“Kami melihat ada satu yang masih harus diperbaiki, yakni jembatan besi yang ada di daerah Sampangan menuju ke kampus tersebut,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Selain kawasan tersebut, kawasan Jabungan, Banyumanik, juga menjadi fokusnya. Meskipun tahun lalu sudah dianggarkan puluhan miliar rupiah untuk kawasan itu, pada 2017 akan dianggarkan lagi Rp 20 miliar untuk pembangunan di daerah Jabungan.

“Ya, untuk bisa segera kelihatan penataan infrastrukturnya, khususnya di daerah Jabungan,” katanya.

Tak terkecuali, kata Hendi, wilayah-wilayah pinggiran lainnya di Kota Semarang juga akan disesuaikan pembangunannya agar terjadi pemerataan pembangunan.

“Seperti daerah Podorejo di Ngaliyan, kemudian daerah Mangkang, Tugu, juga akan kami prioritaskan khususnya kegiatan yang memakai bahan dasar beton,” tukasnya. (VA)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *