Hendi Akui Embung Perlu Untuk Penanganan Banjir

foto0322-1SEMARANG (asatu.id) – Keberadaan embung di area Semarang atas diakui mampu sebagai penangkap air hujan. Selebihnya, dengan tertampungnya air hujan mampu sebagai pencegahan terjadinya banjir. Hal tersebut diakui Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

“Ya, itu alternatif untuk menangkap air di bagian atas, sekaligus mengurangi volume debit air turun ke kawasan Semarang bawah,” katanya, Senin (26/12).

Beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang berada di Sekaran, Gunungpati juga sudah bergerak dengan membangun embung.

“Demikian juga Universitas Diponegoro Semarang (Undip) dengan embung-embung di kompleks kampusnya yang berada di kawasan Tembalang,” tambahnya.

Selain itu, Semarang juga memiliki Waduk Jatibarang yang dibangun pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan kota juga untuk tangkapan hujan.

“Di kawasan Mijen juga punya embung untuk tadah hujan bagi daerah yang belum dipasangi instalasi PDAM,” katanya.

Sebelumnya, DPRD Kota Semarang mengingatkan penanganan banjir tidak bisa hanya dilakukan dengan menormalisasi sungai, penanganan di hulu atau wilayah atas juga diperlukan.

“Normalisasi sungai tetap harus dilakukan, tapi harus ada tindak lanjutnya untuk pengoptimalan penanganan banjir, seperti pembangunan embung-embung di kawasan atas. Jadi harus ada juga sinergitas langkah penanganan banjir yang dari hulu ke hilir dan koordinasi antar pemerintah daerah terkait,” tutupnya. (VA)

26

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan