Banjir (Kembali) Melanda, Normalisasi Diharap Jadi Solusi

vlcsnap-2016-12-27-13h20m42s186SEMARANG (asatu.id) – Hujan berintensitas deras yang mengguyur beberapa daerah di Semarang Senin (26/12) malam berdampak munculnya titik banjir baru. Salah satunya genangan banjir di RW 03 Karangroto, Kecamatan Genuk.

Ali Subhan warga RW 03 Karangroto Genuk mengungkapkan bahwa setelah hujan deras yang terjadi semalam mengakibatkan banjir. “Kira-kira hujan deras 3 jam. Banjirnya sampai pukul 08.00 belum juga surut,”  ungkapnya.

Dirinya menambahkan, selama 16 tahun menempati daerah tersebut baru kali ini jalan raya yang sebelumnya tidak pernah tergenang air sekarang terendam air setinggi kurang lebih 50 cm.

“Sebelumnya jalan raya tidak pernah tergenang air. Ini genangan air paling parah selama saya 16 tahun disini,” paparnya.

Ali mengkhawatirkan jika kondisi seperti sekarang yang terjadi di daerahnya bertambah parah. “Khawatir juga sih, kalau tanggulnya jebol dan banjir bandang,” tambahnya.

Harapan dia, Pemerintah Kota segera memperbaiki saluran-saluran yang tersumbat. “Kami berharap pemkot bisa memperbaiki saluran-saluran agar airnya bisa lancar,” ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) PSDA ESDM, Iswar Aminudin mengatakan bahwa untuk permasalahan banjir di Karangroto memang butuh waktu dalam penyelesaiannya. “Memang untuk permasalahan Karangroto belum bisa diselesaiakan sesegera mungkin, tapi prioritas program pemerintah untuk normalisasi Sungai Sringin, Tenggang, dan BKT harus dapat segera diselesaikan,” ujarnya.

Ia berharap, agar normalisasi BKT segera dilaksanakan agar mampu menampung lebih banyak kapasitas air. “Kita berharap, BKT segera ada penyelesaian. Artinya jika BKT kapasitas penampungannya bisa kita tingkatkan, otomatis pompa air di Sungai Babon bisa dibuka dan dialirkan ke BKT, sehingga tidak meluap di jalan,” pungkasnya. (VA)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *