Hendi : Semarang Harus Menjadi Percontohan Dalam Inovasi Publik

20161220_110421SEMARANG (asatu.id) – Keberadaan pemerintah yang responsif serta tanggap dalam menangkap aspirasi atau keluhan masyarakat yang sudah semakin cerdas dan pintar kemudian menindaklanjutinya sudah sangat dibutuhkan masyarakat untuk saat ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Lembaga Administrasi Negara, Adi Suryanto setelah penandatanganan MoU dengan Pemerintah Kota Semarang terkait Inovasi Sektor Publik di gedung PDAM Tirta Moedal, Semarang, (20/12).

Dirinya mengatakan, bahwa kerjasama tersbut antara Pemkot Semarang dengan LAN ialah bentuk komitmen memajukan inovasi sektor publik. “Inovasi publik itu terkait layanan kepada masyarakat untuk lebih baik lagi. Dan juga perubahan internal manajemen pemerintahan yang semakin efektif efisien. Karena masyarakat semakin pintar dan cerdas, maka kita harus menghadirkan pemerintahan yang lebih pintar, lebih cerdas dan lebih tanggap untuk menjawab perubahan masyarakat yang sudah semakin cepat tersebut,” tambahnya.

Adi menginginkan dengan adanya duduk bersama untuk melakukan proses pembelajaran agar bagaimana semua sektor lini bisa begerak cepat melakukan perubahan dalam melayani masyarakat.

Dinilainya, Kota Semarang harus mampu menjadi kota percontohan inovasi publik bagi kota disekitarnya. “Kota Semarang saya harap nantinya bisa menjadi percontohan kota lain dalam hal inovasi publik. Hanya saja bagaimana selanjutnya kita menyiapkan semua itu,” ujarnya.

Semantara itu Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, bahwa keberadaan LAN sangat membantu dalam proses persaingan supaya daerah-daerah mempunyai daya saing terutama mempersiapkan pegawai negeri sipilnya untuk terus berinovasi dan berkreasi. Hal tersebut tujuannya untuk mempersiapkan kotanya mampu melayani masyarakatnya dengan lebih cepat tepat dan nyaman.

“Dengan begitu momentum kali ini kita manfaatkan untuk terus berkoordinasi dengan LAN agar standart pelayanan kota Semarang tidak tertinggal dengan daerah lain sukur-sukur Semarang mampu menjadi percontohan daerah lain”, paparnya.

Di Pemkot Semarang sendiri punya program untuk menangkap aspirasi masyarakat secara responsif, yakni program Jalan sehat yang menjadi sarana mendekatkan diri dan menampung aspirasi masyarakat.

“Kita ada jalan sehat 3 kali selama seminggu yakni Selasa Kamis Minggu. Kemudian kita mendengarkan aspirasi para tokoh tentang apa-apa saja yang menjadi keinginan mereka. Serta beberapa SKPD, jadi jika ada keluhaan, sebagai contoh jalan rusak, ya … kita langsung tanya kepala SKPDnya ditempat itu juga. Sehingga kecepatan-kecepatan merespon keluhan ini menganggap bahwa pemerintah bener-bener bekerja,” tukasnya.(AC)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *