Supriyadi : Pemkot Harus Segera Normalisasikan BKT

SEMARANG (asatu.id) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta agar normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) segera dilaksanakan. Mengingat, selain keberadaan BKT dinilai sudah tidak maksimal dalam mengalirkan debit air, juga diharapkan normalisasi tersebut mampu sebagai solusi banjir di kawasan sekitar.

ketua-dprd-kota

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, saat ditemui awak media di kantornya, Senin (19/12).

“Rencana Pemkot menormalisasi sungai BKT, sungai tenggang, sungai babon, dan sungai bringin yang merupakan satu kesatuan yang harus secepatnya dilakukan. Tentunya ini merupakan PR berat bagi pemkot Semarang,” tambahnya.

Supriyadi  menerangkan, bahwa terdapat kurang lebih 4000 bangunan yang berdiri di bantaran BKT, hal itu harus menjadi prioritas bagi pemkot dalam rencana relokasinya.

“Melihat situasi dan kondisi sekarang ini warga sudah mendesak menginginkan normalisasi BKT. Sekitar 4000 bangunan di bantarannya itu harus direlokasi dulu. Harus dicari solusinya. Misalkan PKL nya rencana mau dipindah di Pasar Klitikan Penggaron ya segera saja. Dan untuk warganya bisa di buatkan rusin atau diberi ganti untung”, ucapnya.

Untuk normalisasi BKT sendiri, pemerintah pusat telah menganggarkan dana relokasi sebesar Rp 1,6 triliun. “Pemerintah pusat sudah menganggarkan Rp 1,6 Triliun. Itu angka yang tidak sedikit. Harapan kami pemkot bisa segera sosialisasi untuk masalah perelokasian warga bantaran”, harapnya.

Supriyadi menyatakan, pembuatan embung di wilayah semarang atas juga harus dilakukan untuk sebagai tempat penampungan air. “Kalau normalisasi banjir kanal timur dan pembuatan embung di bagian Semarang atas bisa dilaksanakan kedua-duanya, bisa saja wilayah Semarang tidak tergenang lagi”, tutupnya.(AC)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *