UPTD Metrologi Resmi Beroperasi

20161215_114422SEMARANG (asatu.id) Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akhirnya meresmikan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Metrologi Legal. Semarang menjadi Kota Metropolitan pertama yang mempunyai kewenangan kemetrologian setelah mendapatkan predikat daerah tertib ukur dari Kementerian Perdagangan RI.

Hal tersebut juga sebagai langkah Kota Semarang dalam menindaklanjuti terbitnya Undang-Undang no 23 tahun 2014, dimana adanya penyerahan kemetrologian yang bermula dari Pemerintah Provinsi ke Pemerintah Kota.

“UPTD Metrologi telah mendapatkan predikat daerah tertib ukur dari Kementerian Perdagangan. Selang beberapa bulan terbit UU no 23 tahun 2014 itu. Jadi ini bersambut gaung,” ucap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang, Nurjanah, di UPTD Metrologi, Kamis (15/12).

Nurjanah menambahkan, UPTD tersebut adalah salah satu pengalihan Personil, Pendanaan, Sarana atau Prasarana Dan Dokumen (P3D) di lingkungan Pemprov ke Pemkot Semarang.

Untuk persiapan, pihaknya telah mengirimkan staffnya untuk mengikuti pelatihan diklat Penera di Bandung selama 5 bulan.

“Kami sebelumnya sudah punya 5 penera. Nanti akan bertambah karena masuknya Penera dari Pemprov sebanyak 25. Itu kemungkinan masih akan bertambah,” imbuhnya.

Dirinya berharap. Dengan diresmikannya UPTD Metrologi Legal itu, masyarakat kota para pedagang khususnya bisa memanfaatkan tera dan tera ulang di UPTD milik Pemkot tersebut.

Sementara itu Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menerangkan dalam sambutannya, pentingnya pelayanan masyarakat yang profesional dan transparan. “Komitmennya untuk masyarakat. Jadi harus profesional dan transparan. Saya harap jangan ada pegawai yang melakukan pungli disini,” tambahnya.

Hendi sapaan akrabnya menegaskan, akan memeberikan hukuman berat bagi pegawai yang melakukan pungli. “Tidak ada tolelir bagi pegawai disini yang melakukan pungli. Hukumannya tegas,” pungkasnya.(AC)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *