Satpol PP Tertibkan Lapak PKL Atmodirono

img-20161216-wa0008SEMARANG (asatu.id) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang melakukan pembongkarang terhadap puluhan kios Pedagang Kaki Lima di sepanjang Jalan Atmodirono, pasalnya pembongkaran tersebut dilakukan karena lapak pedagang berdiri diatas saluran dan hal tersebut melanggar aturan, Jumat (16/12).

Pedagang menilai pembongkaran yang dilakukan oleh satpol PP dinilai tidak manusiawi, karena dilakukan dengan paksa dan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.

Dalam pantauan asatu.id, Ketika hendak melakukan pembongkaran di lapak yang ada penghuninya dan masih berjualan, petugas hanya meminta kepada pedagang dan juga para pembeli untuk segera keluar dan mengeluarkan seluruh barangnya. Setelah seluruh barang dikeluarkan, petugas langsung melakukan pembongkaran.

Winoto (31) salah satu pedagang mengatakan meski sudah mendapatkan peringatan. Menurutnya, pedagang harus diberikan waktu untuk melakukan pembongkaran lapaknya sendiri.

“Saya sudah dua kali mendapatkan peringatan dari kelurahan. Tapi paling tidak kami diberi waktu untuk pindah, tidak langsung dibongkar,” ucapnya sambil kecewa.

Pedagang lain, Mbah Umi, mengaku, akan mengadu ke kelurahan supaya pihak kelurahan memperhatikan nasibnya. Karena dirinya mengaku saat pertama kali jualan mendapatkan jaminan dari kelurahan tidak akan ada penggusuran. “Dulu saya awal jualan disini bayar Rp500, dan sekarang ini setiap hari juga membayar retribusi ke kelurahan Rp3000,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro PM menjelaskan, pihak kelurahan sebenarnya sudah memberikan surat peringatan kepada PKL Atmodirono, akan tetapi tidak ditindaklanjuti pedagang.

“Sebenarnya, Para PKL sudah diperingatankan oleh pihak kelurahan dan camat setempat. Namun banyak pedagang yang tidak merespon peringatan tersebut, sehingga kami melakukan penertiban,” pungkasnya.(AC)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *