Suwanto : Jangan Ada Permasalahan Baru Dalam Membangun Pasar

20161207_120646SEMARANG (asatu.id) – Keberadaan Pasar modern dinilai tidak akan mematikan eksistensi pasar tradisional. Itu dikarenakan kultural masyarakat Semarang lebih menyukai bertransaksi jual beli di pasar tradisional. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Tridjoto Sardjoko saat di acara dialog bersama DPRD Kota Semarang, di Pasar Bulu, Semarang, kemarin.

“Sebenarnya kalau pasar modern berdekatakan dengan pasar tradisional itu tidak masalah. Karena menurut saya, pasar tradisional di Kota Semarang akan tetap eksis dan malah sebaliknya, pasar modern akan kalah eksis,” ungkapnya.

Tridjoto juga mengungkapkan, bahwasanya alasan dalam pembangunan pasar tradisional ke arah yang semi modern adalah untuk mengikuti perkembangan kota Semarang. “Kalau pasar tradisional masih tetap seperti semula, sedangkan perkembangan kota itu pesat, banyak bangunan-bangunan baru disekitar pasar. Jika dilihat dari sudut tertentu kan kasihan,” tambahnya.

Setelah dibangunnya pasar ke arah semi modern, dirinya juga berharap adanya perubahan perilaku dari pedagang ataupun pembeli untuk lebih maju. “Dengan dibangunnya ke arah semi modern, kemudian ini adalah tanggungjawab kita bersama untuk merubah perilaku kita ke arah lebih maju lagi,” ujarnya.

Berbeda halnya dengan Tridjoto, Suwanto, Kepala PPJP Kota Semarang menerangkan, bahwa tujuan pemerintah untuk merubah bentuk pasar tradisional ke arah semi modern untuk mengejar ketertinggalannya, dinilai malah memunculkan masalah bagi para pedagang.

Selain itu pemerintah, lanjut Suwanto, dinilai belum memahami karekteristik pasar sebelum melakukan proses pembangunan. “Pasar itu ada tiga. Pasar lingkungan, pasar wilayah, dan pasar grosir. Jadi pemerintah harus paham dulu,” tambahnya.

Suwanto merasa kecewa karena dalam beberapa kali proses pembangunan pasar pihaknya dan pedagang pasar tidak diikutsertakan dalam konsep pembangunan pasar. Sehingga penempatan atau zonasi pedagang yang salah, menurutnya, akan menimbulkan permasalahan baru.

“Mohon, kalau membangun pasar, kalau bisa pedagang itu diajak rembukan. Karena yang tahu keadaan pasar kan pedagang itu sendiri,” bebernya.

Namun demikian, Suwanto mengapresiasi tindakan pemerintah yang telah menggandeng pedagang dalam konseptualisasi pembangunan Pasar Johar.(AC)

43

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *