Ini Alasan Masyarakat Harus Jadi Subyek Pembangunan Kota

img-20161208-wa0001SEMARANG (asatu.id) – Mengedukasi dan memberdayakan masyarakat untuk menjadi subyek dalam pembangunan kota merupakan sinergitas yang mulai dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Diharapkan dengan itu, program pemerintah yakni Kampung Tematik mampu memberdayakan masyarakat dan menjadikan Kota Semarang menjadi lebih baik lagi.

Hal tersebut disampaikan Krisseptiana Hendrar Prihadi saat menjadi narasumber workshop tindaklanjut kampung tematik 2017 di gedung Lokakrida, Gedunng Balaikota Semarang, Kamis (8/12).

“Dengan adanya workshop ini kita bisa berdiskusi persoalan-persoalan apa saja yang ada di masyarakat untuk kampung tematik,” ujarnya.

Tia sapaan akrabnya memaparkan, merubah perilaku masyarakat menjadi subyek dalam pembangunan Kota Semarang, menjadi salah satu hal yang gencar dilakukan untuk memajukan wilayah sekitar masyarakat itu sendiri.

“Jadi kita tetap terus mengedukasi dan pemberdayaan masyarakat untuk bagaimana sebagai subyek dalam pembangunan kota semarang”, tambahnya.

Namun demikian, Tia tidak menampik bahwa untuk merubah mind set masyarakat yang bermula sebagai objek pembangunan menjadi subyek pembangunan tidaklah mudah.

“Untuk merubah mind set masyarakat menjadi subyek pembangunan itu tidak bisa dalam hitungan bulan saja. Tapi itu melalui proses yang lama,” ujarnya.

Dengan adanya kampung tematik dirinya berharap dapat mampu memberdayakan lingkungan sekitar dan memberdayakan masyarakatnya menjadi subyek pembangunan di Semarang.

“Jadi tidak hanya memberdayakan lingkungannya saja, tapi dengan adanya kampung tematik itu juga mampu memberdayakan masyarakat dan ekonominya juga,” paparnya.

Menyangkut sosialisasi, pihaknya mengaku telah mensosialisasikan untuk bagaimana mengubah mind set masyarakat menjadi subyek pembangunan melalui pertemuan kader PKK.

Sementara itu akademisi, Prof Sudarto menambahkan bahwa perlu adanya strategi dalam mengembangkan kampung tematik. Menurutnya sebuah pendampingan sangat penting dalam menunjang kesuksesan kampung tematik.

” Pendamping bagi masyarakat untuk mengidentifikasi masalah dan membiarkan masyarakat itu yang menyelesaikannya sangatlah penting dilakukan,” tukasnya.(AC)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *