DPRD Kota Semarang Desak Disdik Atasi Kekurangan Guru

disdik-bannerSEMARANG (asatu.id) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang segera mendata jumlah guru pensiun secara valid. Termasuk menentukan langkah terobosan atas kondisi kekurangan guru di Kota Semarang, terutama untuk pengganti guru yang telah purna tugas alias pensiun.

Pasalnya banyak kekosongan guru di berbagai bidang mata pelajaran baik untuk guru Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Hal ini membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendesak dinas terkait untuk memikirkan masalah itu.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono menyatakan, dalam berkaitannya dengan pelayanan pendidikan masyarakat. Disdik harus memiliki terobosan langkah bagaimana caranya agar kebutuhan-kebutuhan tenaga pendidik itu terpenuhi

“Untuk kekurangan guru tersebut harunya telah terdata jauh-jauh hari, maka Disdik seharusnya telah menganggarkan kebutuhan di anggaran 2017,” katanya.

Pihaknya belum melihat ada pengajuan anggaran terkait kekurangan pengganti guru pensiun. Termasuk pengajuan kebutuhan guru BK untuk SD.

“Memang secara keselurahan, anggaran untuk pendidikan paling besar. Tetapi jika diajukan, kami tidak akan menolak mengingat itu kebutuhan sangat penting,” jelas Wiwin.

Kendati demikian, Disdik perlu melibatkan tenaga honorer sesuai kebutuhan untuk mengisi kekosongan guru tersebut. Tetapi tenaga honorer ini harus dilengkapi dengan perjanjian secara jelas.

“Kalau kebutuhan kontraknya 1 tahun ya (perjanjiannya) 1 tahun. Itu harus jelas. Karena yang sering terjadi, setelah masa kontrak habis, tenaga tersebut masih tetap bekerja. Contohnya yang terjadi seperti itu adalah tenaga kontrak di kecamatan dan kelurahan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mengatakan sejauh ini masih melakukan pendataan terhadap jumlah guru yang pensiun. Sehingga kebutuhan keseluruhan untuk kekosongan dari guru pensiun ini belum diketahui secara pasti.

“Karena setiap bulan ada guru pensiun. Jadi jumlah total untuk 2016 belum diketahui. Kami masih melakukan pendataan. Sebelumnya, untuk 2015 ada 330 guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Semarang pensiun. Kekosongan guru itu belum terisi,” katanya.

Bunyamin mengaku, terkait kekurangan guru tersebut sudah melakukan koordinasi pihak terkait. “Namun selama ini belum ada tindak lanjut secara optimal,: tandasnya. (AC)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *