Desainer Kondang Kota Semarang Ramaikan SIF 2016

01-12-2016-ibu-gub-hadiri-parade-batik-di-utc-semarangSEMARANG (asatu.id) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Pemerintah Kota Semarang mengelar acara Semarang Indrustri Fashion (SIF). Berbagai kegiatan selama pameran juga diselenggarakan. Mulai dari lomba desain baju pesta batik, pelatihan desain batik, hingga fashion kebaya nusantara.

SIF 2016 diikuti oleh 76 IKM, mulai dari industri batik, sepatu, tas dan berbagai kerajinan lainnya. Pembukaan pameran ini menampilkan fashion show karya desainer-desainer kondang. Seperti Ina Priyono, Inge Chu, Christine Wibisono, Elkana Goenawan, Pinky Hendarto, Agustienna Siswanto, Fenny Chen, David Yan, Evelyn Laurang, Widya Andhika, Sudarna Suwarsa, dan Soese Asmadhi yang berkolaborasi dengan perajin batik lokal.

Acara yang berlasung selama tiga hari (1-3 Desember) di UTC Hotel mendapatkan apresiasi dari Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah Siti Atikoh Ganjar Pranowo. Sebab. tidak hanya memromosikan potensi kerajinan yang ada di Semarang. tapi juga mampu memadukan kreasi antara perajin batik lokal dengan para desainer, sehingga menghasilkan busana-busana yang indah dan bernilai tinggi.

15203335_10202491439923330_767287351944107530_n

Dalam sambutannya, Atikoh menjelaskan, kegiatan-kegiatan serupa juga harus digelar di beberapa daerah di Jawa Tengah (Jateng), agar inovasi-inovasi kerajinan lokal yang dimiliki dapat diperkenalkan dan dipromosikan ke masyarakat luas. Sehingga, produk-produk kerajinan lokal, khususnya dari industri fashion, semakin dicintai di negeri sendiri.

“Dalam hal ini peran dari Dekranasda itu di sini untuk memfasilitasi. Para perajin batik dan desainer bisa bertemu dengan konsumen. Karena sebagus apapun produk, seindah apapun hasil karya, apabila tidak diinformasikan ke masyarakat, tidak ada promosi, tentu akan sangat berbeda. Tidak akan dikenal oleh masyarakat,” katanya saat membuka SIF, Kamis (1/12) malam.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, potensi industri fashion di Kota Semarang lebih ditingkatkan. Tidak hanya di tingkat nasional, namun juga ke mancanegara. Apalagi, kemampuan desainer-desainer yang ada di Kota Semarang tidak kalah dengan desainer-desainer nasional dan juga luar negeri.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu berpendapat, kolaborasi antara desainer dengan perajin batik sudah sangat luar biasa. Mereka tidak hanya menampilkan identitas atau ikon Kota Semarang, seperti asem, warag endog, dan juga bangau, tapi juga memadupadankan kerajinan lain, seperti tenun dan lurik. Sehingga, menghasilkan busana yang indah dan bernilai jual tinggi.

Ke depan, SIF tidak hanya mengkolaborasikan antara perajin dengan desainer tapi juga akan dikaitkan pula dengan destinasi wisata di Kota Semarang. Sehingga potensi wisata dan batik dapat terangkat secara beriringan hingga ke mancanegara.

“Tentunya ke depan kita akan lebih sering-sering membuat event seperti ini, tapi konsepnya outdoor. Mungkin di Kota Lama atau di tempat-tempat lain yang tentunya bisa menjadikan kolaborasi antara wisata dan juga potensi batik Semarang,” katanya.(Ibra)

150

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan