Ganjar Kobarkan Semangat Ke-Bhinneka-an dan Siapa Yang Melanggar Hukum Tindak Tegas

indonesiaku-indonesiamu-indonesia-kita-bersama-bhinneka-tunggal-ikaSEMARANG (asatu.id) – Apel Nusantara Bersatu bertajuk “Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama: Bhinneka Tunggal Ika” kian meriah ketika Naga Doreng Yonarhanudse 15 Kodam IV/Diponegoro unjuk gigi kesenian barongsai dan liong di hadapan peserta apel. Apel yang diikuti oleh para pelajar, TNI/Polri, birokrat, ulama, dan elemen masyarakat untuk berkumpul di Lapangan Pancasila (Simpanglima).

Selain itu Apel akbar ini juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Walikota Semarang Hendrar Prihadi SE MM, Habib Luthfi dan para ulama, musikus Iwan Fals, serta seluruh elemen masyarakat yang hadir di Lapangan Pancasila serentak menyimpulkan ikatan merah putih di kepala sebagai tanda kecintaan mereka terhadap NKRI. Semangat kebhinnekaan mereka semakin berkobar ketika Gubernur Ganjar Pranowo menyampaikan orasi kebangsaan.

Dalam orasinya Gubernur Jateng menyerukan, bahwa Republik ini lahir karena banyak bidan yang melahirkan. Ada rakyat, ada tentara, ada polisi, ada pejuang tanpa nama, ada para ulama. Semua melahirkan republik ini. “Tidak kita biarkan siapa pun merobek-robek (negeri ini). Tidak kita biarkan siapa pun mencederai republik ini. Kita menyayangi keluarga kita. Keluarga Indonesia,” ujarnya.

Ganjar menyatakan senang karena tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat memegang teguh komitmen untuk memelihara semangat kebhinnekaan. Dia berpesan agar harmonisme berkebangsaan tersebut tidak mudah goyah karena pelanggaran hukum yang dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu.

“Hari ini kita senang semua ulama berkumpul, tokoh masyarakat berkumpul. Mereka mengatakan, begini lho merawat NKRI. Tapi kalau ada yang melanggar hukum, tindak tegas. Janganlah sampai itu mengganggu ke-Indonesiaan. Kita menghormati proses demokrasi. Kita bisa berdialog,” pesan Pemimpin orang nomer satu Se-Jawa Tengah.

Sementara itu, Habib Luthfi menyambut baik kegiatan ini. Apel ini mampu membangkitkan semangat warga negara untuk tetap cinta tanah air. “Saya yang menjadikan bangkitnya rasa Handarbeni (memiliki) kepada republik Indonesia ini,” ungkap Habih Luthfi.

Pihaknya berharap penuh, bahwa jalinan persaudaraan antar sesama warga Negara Indonesia tetap kokoh. Eratnya tali persaudaraan itu menjadikan NKRI semakin kuat dan tak mudah dipecah belah. “Pada intinya dengan kokohnya NKRI bersumber pada makin eratnya jalinan persatuan dan tali silahturahmi sehingga bangsa ini tidak mudah dipecah belah,” tandasnya.(Ibra)

40

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan