DPRD Kota Semarang Segera Bentuk Panja Pasar

img-20161119-wa0004SEMARANG (asatu.id) – Kebakaran pasar tradisional yang kerap terjadi di Kota Semarang menjadi hal yang digarisbawahi dan menjadi fokus oleh Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang. Menindaklanjuti banyaknya kejadian kebakaran itu, Dewan memutuskan untuk segera bertindak dengan membentuk Panitia Kerja (Panja).

“Kebetulan Panja Pasar ini belum pernah kita bentuk. Ini pertama kalinya kita buat. Itu supaya kita mendapat gambaran bagaimana proses pembangunan pasar yang dilakukan Dinas Pasar. Terus terang kita jarang dikasih tahu Detail Engineering Desig nya (DED),” kata Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Susilo.

Menurutnya, kebakaran yang terjadi akhir-akhir ini, yakni di Pasar Johar, Kanjengan dan terakhir Pasar Waru pada Jumat (18/11) malam lalu harus menjadi
pelajaran bersama agar kedepan tidak terjadi lagi kebakaran yang menghanguskan pasar tradisional.

“Pembentukan panja ini adalah salah satu bentuk pengawasan untuk mencegah kembali terjadi kebakaran di Pasar Kota Semarang. Pertimbang pembentukan Panja salah satunya untuk mengetahui penyebab-penyebab sering terjadinya kebakaran pasar,” jelasnya.

Dalam panja, Joko menuturkan, juga akan diatur lebih detail sebagai contoh misalnya pemasangan kabel listrik yang dipasang di pasar harus penuh standarisasi. “Bukan kabel biasa karena itu rentan terjadinya kebakaran. Panja tersebut juga akan mengawasi hal-hal lain terkait pasar dan pembangunannya,” katanya.

Pihaknya mengharapkan Panja Pasar ini bisa memperoleh penjelasan secara menyeluruh tentang pembangunan pasar dan penyebab sering terjadinya kebakaran yang terjadi.(JPL)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *